KELANGKAAN BBM DI WONDAMA TERKENDALA DOKUMEN KAPAL
Wasior,Media.K-PK
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Media KPK melakukan konfirmasi terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Teluk Wondama kepada pihak PT Papua Bumi Kasuari sebagai agen penyalur BBM utama di wilayah tersebut. Konfirmasi dilakukan melalui saluran WhatsApp kepada perwakilan perusahaan pada Kamis, 26 Maret 2026.
perwakilan dari PT Papua Bumi Kasuari, Marvin Kusoi, mengungkapkan bahwa kendala utama dalam suplai BBM saat ini disebabkan oleh satu dokumen kapal yang sudah expired atau kadaluarsa [[11]]. Proses perpanjangan dokumen tersebut ditangani oleh agen terkait namun memerlukan approval dari instansi berwenang yang berlokasi di Jakarta, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Hingga saat ini agen kapal masih belum dapat memproses dokumen tersebut ke tingkatan selanjutnya karena belum mendapat approval dari pihak terkait,” ujar Marvin kepada awak media.
Meskipun sebelumnya sempat ditolak, Marvin menambahkan bahwa terakhir ia menerima informasi dari pengurus kantor pusat bahwa Kantor Keselamatan Pelayaran (KSOP) telah memberikan dispensasi terkait keberangkatan kapal menuju Wasior [[14]]. Hal ini merupakan perkembangan penting untuk mengatasi ketergantungan pasokan BBM yang selama ini hanya mengandalkan dua kapal penyalur milik PT Papua Bumi Kasuari.
Latar Belakang Masalah
Kelangkaan BBM di Teluk Wondama bukan persoalan baru. Sebelumnya, Pemkab Wondama pernah menetapkan status darurat BBM atas kelangkaan premium, solar, dan minyak tanah pada November 2018 akibat masalah distribusi yang sama [[9]]. Masalah serupa juga dilaporkan kembali terjadi di tahun-tahun berikutnya dengan kondisi masyarakat semakin khawatir setiap kali stok menipis [[20]].
PT Papua Bumi Kasuari diketahui sebagai salah satu dari dua Penyalur Minyak dan Solar (APMS) yang bertanggung jawab menyuplai kuota BBM bulanan ke seluruh wilayah Teluk Wondama [[13]]. Pertamina sendiri menegaskan bahwa hanya ada dua kapal yang menjadi penyalur BBM ke Teluk Wondama, kedua kapal tersebut bernaung di bawah PT Papua Bumi Kasuari [[11]].
Dampak Bagi Masyarakat
Selain kesulitan mendapatkan BBM, warga juga sering menghadapi dampak berupa naiknya harga pasar akibat kelangkaan yang berulang. Kasus serupa juga ditemukan di wilayah lain seperti Sarmi yang disebabkan oleh dugaan penimbunan oleh oknum tertentu [[19]].
Pemerintah Kabupaten Wondama terus berupaya mengantisipasi kemungkinan terburuk hingga kedatangan kapal tanker pengangkut berikutnya untuk mengisi kembali stok Terminal BBM setempat [[18]]. Pemprov Papua Pegunungan juga mendesak Pemerintah Pusat menambah kuota BBM subsidi karena stok saat ini tidak mencukupi kebutuhan warga di beberapa wilayah Papua [[1]].
**Harapan Warga
Masyarakat Teluk Wondama berharap solusi dari pemerintah dan pihak distributor dapat segera tuntas agar tidak ada lagi warga yang merintih sulit mencari BBM. Koordinasi antara pihak daerah, distributor, dan instansi terkait di Jakarta diharapkan dapat mempercepat proses penanganan kasus dokumentasi kapal ini.
Sumber Informasi: Media KPK via WhatsApp dengan PT Papua Bumi Kasuari
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan konfirmasi langsung dari narasumber resmi PT Papua Bumi Kasuari. Media KPK akan terus mengikuti perkembangan situasi hingga kelangkaan BBM selesai sepenuhnya di Teluk Wondama.

