2 Pelajar SD Tewas Tengelam Di Kolam Renang,Babelan Kabupaten Bekasi
BEKASI, mediakpk.online – Tragedi menimpa dua siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ibnul Jazari, RW 024 RT 010, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang sekolah, Senin (11/8/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa nahas itu terjadi saat keduanya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler renang perdana, siswa kelas 1.
Kapolsek Babelan, Kompol Wito, mengatakan pihaknya bersama Polres Metro Bekasi langsung bergerak cepat menangani kasus ini. “Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa enam orang saksi,” ujarnya.
Penyelidikan, kata Wito, dilakukan secara maraton sesuai instruksi Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustoffa. Fokus penyidikan meliputi kronologi kegiatan, standar keamanan kolam, jumlah pengawas, hingga prosedur keselamatan yang diterapkan pihak sekolah.
“Pihak sekolah dan pendamping renang juga akan dimintai keterangan untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam peristiwa ini,” tambahnya.
Tragedi ini memicu duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Mereka berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan menjadi pelajaran penting bagi seluruh sekolah untuk memperketat pengawasan serta menerapkan standar keselamatan tinggi pada setiap kegiatan siswa.
Kedua korban,berinisial KBW dan FAP, salah satu warga, Sunarti, mengaku kaget dengan kejadian tersebut. “Saya nggak tahu persis kejadiannya, tiba-tiba anak-anak nangis bilang ada yang tenggelam di kolam sekolah,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Warga sekitar bahwa dengan kejadian ini menjadi pelajaran besar terhadap pengawas siswa.
Pihak keluarga korban pun meminta agar kasus ini diusut transparan dan ada langkah serius untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Kapolsek Babelan di Polsek sebelum ke TKP
“Ndan bisa jelaskan kejadian meninggalnya 2 pelajar yang tenggelam dalam kegiatan ekskul sekolah tersebut seperti apa sih.”
“Baik, terima kasih rekan-rekan media sekalian akan saya berikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Kita berawal dari informasi yang diberikan oleh salah satu Babin dari Polsek Tarumajaya bahwa ada korban yang meninggal dunia yang masih anak-anak atau berumur antara 6 s/d 7 tahun yang tengah mengikuti eskul. Kemudian saya koordinasi dengan Ka.Polsek Tarumajaya,ungkap Kapolsek Babelan.Iya juga mengatakan bahwa salah satu korban tersebut tingal di perumahan Tarumajaya,Selanjutnya dengan kejadian ini saya beserta anggota Kanit Reskrim, SPK langsung menelusuri ke rumah korban. Kemudian berkoordinasi dengan pihak Polsek Tarumajaya, setelah kami ke rumah korban dan benar kejadian tersebut,kemudian kami laporankan ke Ka.Polres Metro Bekasi,beliau meminta agar kasus ini ditindak lanjuti Sampai tuntas.” tegasnya.
“Kemudian kami juga di backup dari satreskrim Polres Metro Bekasi termasuk identifikasinya dan PPA. Sehingga kita bersama-sama lakukan penyelidikan baik terhadap korban itu sendiri maupun TKP.”
“Sejauh ini sudah berapa saksi yang dimintai keterangan”
“Saksi awal kita awali dari pihak keluarga atau orang tua korban yang sudah dimintai keterangan.”
” Adapun dari pihak lain keluarga yang sudah dimintai keterangannya sebagai saksi sekitar enam orang,”ucap Kapolsek Babelan.
“korban berada di kolam renang lingkungan sekolah atau gimana”
“Betul, kedua korban awalnya berada di lingkungan sekolah.Dan hal ini sudah terkonfirmasi langsung dilapangan .Berawal dari sini kami bentuk tim dan pembagian tugas sehingga kronologi kejadian dapat sempurna kami kembangkan.”
“Apakah keduanya meninggal termasuk kelalaian dari pihak pendamping sekolah atau bagaimana”
“Baik itu masih kita selidiki.”
“Kejadian itu sendiri di dalam lingkungan sekolah atau di luar sekolah”
“Hasil cek TKP kejadian dalam lingkungan sekolah.”
“Dan untuk kedalaman kolam itu berapa”
“Ya kalau untuk kedalaman kolam renang tersebut ,kemarin sedang diukur dan hasilnya berbagai versi. Ada 1 meter 10, 1 meter dan 20, 1 meter 30.”
“Untuk kedua korban saat ini apakah sudah dimakamkan”
“Sudah.”
“Kedua korban berjenis kelamin laki-laki atau perempuan atau bagaimana”
“Perempuan dua-duanya.”
“Ndan kabarnya pihak kepolisan sempat kesulitan menemui pemilik yayasan, apa benar dan bisa dijelaskan.”
“Masih kita upayakan terus. Jadi tidak boleh dalam rangka penyelidikan itu kita kesulitan terus kita upayakan terus kita upayakan.”
“Ini Pak kanit resikrim kita,juga berupaya terus.”
“Benar pemilik yayasan sempat tidak koperatif dan tidak membukakan pintunya”
“Kalau bicara tidak koperatif ya belum sampai… Selama ini kita melakukan penyelidikan juga dengan saya yang memimpin juga komunikasi baik-baik aja.”
“Hari ini ada rencana lakukan olah TKP ulang”
“Sesuai dengan arahan pimpinan kami akan cek lberulang-ulang ke TKP. Sehingga dari berulang-ulang itu apakah ada petunjuk-petunjuk lainnya, Jadi bukan hanya satu kali.”
“Berarti saat ini hanya baru dimintai keterangan belum ada yang di tetapkan sebagai TDK”
“Masih kita lakukan pemeriksaan guna menguatkan ke arah sana.”
“SOP seperti apa”
“Ya masih kita lakukan penyelidikan. ”
“Ndan mungkin bisa dirinci 6 saksi yang dimaksud”
“Dari pihak keluarga korban ada, kemudian dari pihak sekolah juga ada.”
“Hasil pengakuan dari keluarga dan sekolah seperti apa”
“Ini masih maraton dalam pemeriksaan tersebut.Jadi rekan-rekan sekalian bersabar ya atas hasil perkembangan kasus ini ,” ungkap Kapolsek Babelan sembari meninggalkan rekan-rekan Pers.(DN/Boy)

