Kolaborasi Kemenkes Bersama Desa Dan Kelurahan Mendorong Upaya Siaga TBC Dengan Program Inovatif Case Finding (ACF)
BEKASI – Program Kemenkes 2025 yaitu mencakup Berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk program skrining kesehatan gratis, peningkatan fasilitas kesehatan di puskesmas, dan transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Ada juga fokus pada pemerataan tenaga kesehatan, pengendalian penyakit, dan kemandirian perbekalan kesehatan.
Salah satunya adalah Program inovatif Case Finding (ACF) Kemenkes 2025,Wamenkes dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp. PD., Ph.D. Yang terjun langsung melakukan kunjungan kerja dan Dialog publik kepada masyarakat Pada Hari Senin 14/Juli/2025 di Kantor Desa Sukadami Kec.Cikarang Selatan Kab.Bekasi – Jawa Barat. Ini adalah sebuah strategi aktif untuk menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) di masyarakat, terutama pada kelompok berisiko tinggi, yang bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus TBC yang tidak terdeteksi dan mempercepat penanggulangan TBC.
Dalam kunjungan kerjanya,Dante juga disambut sangat antusias dari masyarakat yang hadir yang diwarnai Semboyan SAJUTA (Sabar Jujur Tawakal) dari Kades Sukadami H.M.Kunang pada saat melakukan Dialog Publik kepada Masyarakat.
Hal ini yang di maksud dengan Kolaborasi Program KEMENKES yang bertujuan untuk melakukan Program ACF agar dapat menemukan kasus TBC yang belum terdiagnosis, mencegah penyebaran penyakit, dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tepat.
Berbeda dengan penemuan kasus pasif (pasien datang ke fasilitas kesehatan), ACF melibatkan upaya aktif mencari individu yang berisiko tinggi terkena TBC, seperti kontak erat pasien TBC, penderita DM, perokok, dan lainnya.
Beberapa inovasi dalam program ACF termasuk penggunaan teknologi seperti artificial intelligence untuk analisis gambar rontgen, serta kegiatan skrining terpadu dengan penyakit lain seperti Diabetes Mellitus dan HIV.
Kegiatan ACF biasanya melibatkan pemeriksaan skrining kesehatan, termasuk rontgen dada (CXR) menggunakan mobile X-Ray, pemeriksaan dahak, dan tes cepat molekuler (TCM) untuk diagnosis TBC.
Acara kunjungan pun berakhir dengan hikmat serta makan siang bersama diruang makan yang telah disediakan oleh pihak Desa Sukadami.
( DN )
