Tabrakan Maut KRL dan KA Jarak Jauh Yang Memakan Korban Jiwa, di Bekasi Timur
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Bekasi | mediakpk.co.id — Kecelakaan kereta api terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), memicu kepanikan di kalangan penumpang dan warga sekitar.
Insiden tersebut melibatkan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line lintas Bekasi dengan kereta api jarak jauh.Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, kecelakaan bermula saat KRL mengalami hambatan di jalur setelah terjadi temperan dengan sebuah kendaraan di perlintasan sebidang.
Akibat kejadian itu, rangkaian KRL sempat berhenti di lintasan.Namun nahas, dari arah belakang melaju kereta api jarak jauh yang tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL dengan keras.
Menurut penumpang yang ada di lokasi, kereta api yang ditumpanginya di tabrak dari belakang.
” Saya kaget, karna tiba-tiba kereta yang saya naikki ditabrak dari belakang ” ujarn
Benturan tersebut menyebabkan sejumlah gerbong, terutama di bagian belakang KRL, mengalami kerusakan parah hingga ringsek.
Suasana di lokasi kejadian pun langsung berubah mencekam, diiringi kepanikan para penumpang yang berusaha menyelamatkan diri.
Sejumlah penumpang yang berada di gerbong terdampak dilaporkan menjadi korban.
Menurut keterangan dari Dirut KAI Bobby Rasidin, pencapaian korban terdampak sejak tadi malam, mencapai 88 orang 7 diantaranya meninggal dunia.
” korban mencapai 88 orang, 81 orang luka-luka dan sedang di rawat intensif di 9 rumah sakit di Bekasi, kemudian 7 meninggal dunia dari jumlah yang terjadi tadi malam ” jelasnya.
Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga setempat.
Petugas kepolisian, tim evakuasi, serta pihak terkait saat ini masih fokus melakukan penanganan di lokasi kejadian sekaligus mengamankan area. Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan dan kronologi lengkap masih dalam tahap penyelidikan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang, serta pentingnya peningkatan sistem keselamatan dan kewaspadaan semua pihak di jalur perkeretaapian. (Denor)
Sumber : Imam

