NAD-SUMUT-SUMBAR

Ricuh Konflik Bantuan Alsintan Yang di Klaim Menjadi Milik Pribadi di Asahan

Kabupaten Asahan – Kisruh bantuan pertanian yang tidak tepat pengunaan menimbulkan keresahan bagi warga seperti Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang tidak sesuai kondisi sawah di Desa Rawang Lama Pasar 1, Kecamatan Panca Arga, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, (3/12/2025).

Banyak dari beberapa warga mengusulkan bantuan lain seperti pupuk murah, pompa air, saluran irigasi, menghidupkan pintu-pintu air, serta obat-obat/racun hama yang mungkin sangat terjangkau dan murah.

Mengenai bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan), yaitu rotari dan alat panen, yang dinilai kurang bermanfaat bagi masyarakat petani rotari tiga buah dan alat pemanen tiga buah, tidak bermanfaat bagi masyarakat petani Desa Rawang Lama Pasar 1 Agar di cabut aja, karena dianggap tidak berfaedah bagi masyarakat dan kebanyakan terjadinya peng-klaim an dari para ketua kelompok bahwa itu milik pribadi mereka.

Sebagai warga tani yang mengalaminya, Bino Simbolon sangat prihatin terhadap warga-warga sependeritaannya, karna penyebab kegaduhan ini adalah, tidak diberikannya ruang kepada masyarakat untuk memakainya, harus degan orang itu yang menguasai barang tersebut.

“Kabanyakan bantuan akan menjadi hak pribadi dan dikusai ketua tani, itu yang bikin kisruh kami semua, sehingga banyak terjadi pertengkaran yang disebabkan karna cemburu sosial” jelasnya.

Adapun beberapa tuntutan dari warga tani agar pemerintah setempat dapat menyetujuinya, seperti :

1. Bantuan Alsintan Mohon ditarik ulang kembali,

2. Bantuan-bantuan seperti ini mohon dibatalkan,

3. Bantuan seperti ini tidak bermanfaat,

4. Bantuan akan menjadi milik pribadi,

5. Bantuan seperti ini akan membuat gaduh masyarakat,

6. Bantuan seperti ini tidak dibutuhkan masyarakat,

7. Bantuan seperti ini tidak berpihak kepada rakyat tani,

8. Bantuan seperti ini akan menjadi sia-sia.

Alangkah baiknya jika pemerintah daerah dapat membantu kami dalam hal yang banyak faedahnya, seperti :

1. Mengembalikan fungsi Irigasi air yang lama tidak berfungsi,

2. Memperbaiki jalan petani yang tidak bisa dipakai,

3. Penurunan harga pupuk agar menjadi lebih murah dan terjangkau,

4. Penambahan debit air.

Para petani pun sudah pernah menyampaikan harapannya kepada Gubernur Sumut, Bupati Kabupaten Asahan, Dinas Pertanian, Camat, serta Lurah setempat lewat sosmednya.

“Besar harapan kami, agar pemerintah dapat hadir di tengah-tengah keluhan para petani di Desa Rawang Lama Pasar 1, demi terciptanya kesejahteraan yang merata kepada para petani yang ada disini” tandas petani yang menyampaikan aspirasinya. (Ross)

error: Content is protected !!