LEON GILBERT SAYORI SANG PILOT ASAL WONDAMA KEMBALI KE RUMAH
Wondama. Media.K-PK
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!WASIOR 23 mey di Bandara Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, sejarah baru terukir dengan haru. Seorang putra daerah yang berhasil terbang dari nol, kini kembali menapakkan kakinya di kampung halaman dengan hati penuh syukur.
Leon Gilbert Sayori, sosok pengusaha sukses asal wondama di bidang pertambangan dan mineral yang juga dikenal sebagai salah satu pilot muda asal Wondama, mendaratkan pesawat bersama kapten pesawat saat pendaratan di Bandara Wasior Momen tersebut menjadi simbol perjalanan panjang seorang anak Wondama yang terus memperjuangkan nama baik daerahnya hingga mengemudikan pesawat di langit Papua
ungkapan Sang pilot
“Suatu saat pasti Wondama punya bupati yang seorang pilot. Jika besi di udara bisa dikendalikan dengan baik oleh seorang pilot demi keselamatan penumpang,” ujar Leon Gilbert yang memiliki visi jelas bagi masa depan Wondama.
Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Leon tidak sendiri. Ia membawa serta keluarga tercinta untuk mengunjungi kampung halaman dan kerabat yang telah lama ia rindu. Tidak ada kata lebih berarti daripada kembali ke akar, mengingat tanah leluhur yang telah membesarkan dirinya dari masa kecil hingga mencapai puncak kesuksesan.
Sebagai salah satu Tokoh politik Mudah yang sangat Berpotensi,Leon menegaskan bahwa tujuannya adalah memanusiakan orang Papua dan menjadikan orang Wondama menjadi tuan di negeri mereka sendiri”
Motivasi politiknya sangat personal—ia melihat pembangunan yang selama ini didambakan masyarakat Wondama belum sepenuhnya terwujud, terutama dalam hal kesejahteraan di atas sumber daya alam yang dimiliki daerah mereka.
Kisah Leon Gilbert Sayori bukan sekadar tentang kesuksesan materi atau jabatan, melainkan tentang seorang anak Wondama yang tidak pernah melupakan rumah Dari sektor pertambangan hingga kokpit pesawat, dari arena politik hingga pulang kampung—ia membuktikan bahwa mimpi setinggi langit tetap bisa dicapai asal berpijak pada tanah yang melahirkan.
Kedekatan dengan komunitas, integritas, dan komitmen untuk membangun Wondama menjadi nilai utama yang diusungnya. Kini, warga Wondama menunggu langkah selanjutnya—apakah sang “Pilot Wondama” Siap bertarung di Pilkada yang akan datang.(Iand.H)

