Kapitalisme Global : Cengkraman yang Mengancam Daerah Di Bumi Para Raja
MediaK-PK.Co.Id., Piru Maluku —
Kapitalisme global telah menjadi fenomena yang tidak dapat dihindari dalam era modern ini. Namun, di balik kemegahan dan kemajuan yang dibawanya, kapitalisme global juga membawa dampak negatif yang signifikan bagi daerah-daerah, terutama yang kaya akan sumber daya alam.
Daerah-daerah seperti Maluku, yang kaya akan sumber daya alam, menjadi target eksploitasi oleh perusahaan-perusahaan global. Mereka memanfaatkan sumber daya alam daerah tanpa memberikan kompensasi yang adil kepada masyarakat lokal. Keuntungan dari eksploitasi sumber daya lebih banyak dinikmati oleh perusahaan global dan elit lokal, sementara masyarakat lokal tidak mendapatkan manfaat yang signifikan. Alumni GMNI Maluku dan Pengamat kebijakan Publik di Maluku Wawan Tomson menyampaikan kepada sejumlah Awak di Piru, 16/1/2026.
Menurutnya kapitalisme global juga mengancam keberadaan pedagang kecil dan ekonomi lokal. Nirlaba besar seperti Indomart dan Alfamidi, dengan modal besar dan jaringan yang luas, dapat menarik pelanggan dari pedagang kecil, tentu hal ini dapat mengancam keberadaan Pedagang kecil yang selama ini tidak dapat bersaing dan terpaksa menutup usahanya, sehingga mengurangi keragaman ekonomi lokal dan meningkatkan ketimpangan ekonomi.,” Ujar Tomson.
Ia menjelaskan bahwa semua ini menunjukkan kapitalisme global tidak hanya mengancam sumber daya alam, tetapi juga mengancam keberadaan pedagang kecil dan ekonomi lokal. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan yang adil dan perlindungan bagi pedagang kecil untuk menjaga keragaman ekonomi lokal dan mengurangi ketimpangan ekonomi.,’jelasnya.
Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan, sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran bersama sehingga dapat mengurangi dampak negatif kapitalisme global dan menciptakan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.(MNP.01)

