Proyek Pengerasan Badan Jalan, Tole Mahalona Bantilan, di Duga Lambat Pelaksanaannya
MEDIA K-PK LUWU TIMUR – Salah satu rekanan kontraktor, CV,qairah pratama, yang di percayakan oleh pemda luwu timur, untuk melaksanakan kegiatan / mengerjakan proyek pengerasan badan jalan, penghubung,antara desa,
Libukan mandiri ke desa mahalona, namun sangat lamban melakukan kegiatan,
Pasalnya, di papan proteksi, proyek tersebut tidak di jelaskan secara transparansi,bahwa, berapa polume, dan berapa ketebalan matreal, hanya yang tertulis di papan proteksi tersebut , jangka waktu kegiatan, selama 83, hari, dari jadwal pelaksaannya tgl 10 Oktober samapai Desember, 2025,
Dengan anggaran sebesar, rp, 397.098.681.00, berasal dari dana APBD, berdasakan penelusuran tim media kpk di lapang, terlihat ada beberapa tumpukan matreal, berada di jalan tersebut, namun kontraktor tidak ada di lokasi kegiatan, indikasinya kontraktor asal asalan tidak pokus melakukan tanggung jawabnya,
Di samping itu , salah satu warga desa mahalona yang sempat di temui oleh tim media kpk, yang tidak mau di publikasikan,bahwa dirinya tidak tau menau,siapa pemilik CV, qaila pratama, itu?, mereka melakukan pengangkutan matreal pada minggu yang lalu, hanya sebentar saja, samapai hari ini tidak ada lagi kegiatan, saya juga tidak tau kontraktor dari mana itu, terkait masalah polume, berapa kilo meter yang mereka kerjakan, sementara di papan proteksinya tidak tertulis, ungkapnya,
Media kpk mendatangi kantor kepala desa mahalona, namun kepala desa nya tidak ada di tempat, menurut salah satu stap kepala, desa,adapun pelaksanaan proyek pengerasan jalan itu, saya juga tidak tau siapa pemilik CV qailah pratama, saya tidak pernah ketemu kontraktornya oleh karena belum aktip melakukan kegiatan di lapangan, adapun matrial yang sudah bertumpuk di jalan, itu juga belum ada satu kilometer dan kapan di hampar matrealnya, pengendara sangat kesulitan lewat krn ada tumpukan matrael,
Kontraktor belum sempat di kempirsi oleh media kpk, berita untuk sementara naik cetak.(tm)

