Uncategorized

UK WONDAMA BERIKAN BANTUAN UNTUK 15 JEMAAT GKI, DUKUNG PERAYAAN 1 ABAD PERADABAN ORANG PAPUA

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Teluk Wondama, 24 Oktober 2025,Media.K-PK

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, sebuah aksi kepedulian yang tulus dan penuh makna menghangatkan hati banyak orang. Kamar Adat Pengusaha Papua Kabupaten Teluk Wondama secara resmi menyerahkan bantuan kepada 15 jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) di Kabupaten Teluk Wondama, sebagai bentuk dukungan penuh dalam menyambut perayaan 1 Abad Peradaban Orang Papua.

 

Acara penyerahan bantuan yang berlangsung di sebuah ruang serbaguna sederhana namun penuh kehangatan, dihadiri oleh beberapa pengusaha lokal, serta para pendeta dan jemaat GKI dari berbagai wilayah di Teluk Wondama. Suasana haru terasa begitu kental saat seorang yang juga pengusaha sukses asli Papua, secara simbolis menyerahkan paket bantuan kepada perwakilan jemaat./ atau panitia perayaan

 

“Ini bukan sekadar bantuan materi,” ujar **ANDRIS BARANSANO**, Sekertaris Kamar Adat Pengusaha Papua Teluk Wondama, dengan suara bergetar. “Ini adalah bentuk penghargaan kita terhadap warisan budaya, iman, dan perjuangan leluhur kita selama 100 tahun. Mereka telah membangun fondasi peradaban Papua dengan doa, kerja keras, dan kasih sayang yang tak terbatas.”

 

Bantuan yang diserahkan berupa Bahan Makanan serta untuk mendukung kegiatan gereja selama masa perayaan.

 

Perwakilan jemaat, **Ibu/ bapak**, yang menerima bantuan dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Kami tidak menyangka akan menerima dukungan seperti ini. Ini bukan hanya bantuan, tapi tanda bahwa kami tidak sendiri. Kami merasa diperhatikan, dihargai, dan dicintai oleh saudara-saudara kami sesama anak Papua.”

 

Perayaan “1 Abad Peradaban Orang Papua” bukan hanya momen sejarah, tapi juga refleksi spiritual dan budaya. GKI, sebagai salah satu gereja tertua di Tanah Papua, telah menjadi tempat lahirnya banyak tokoh, pendidik, dan pejuang kemerdekaan. Dengan dukungan ini, diharapkan semangat persatuan, keimanan, dan identitas Papua akan semakin kuat.

 

Dalam kesempatan itu, para pengusaha adat juga menyatakan komitmen untuk terus menjaga hubungan harmonis antara dunia usaha, gereja, dan masyarakat adat. “Kita semua adalah satu keluarga besar Papua. Jika gereja kuat, maka masyarakat kuat. Jika masyarakat kuat, maka ekonomi kuat. (Iand H)

error: Content is protected !!