Dinsos Kab Bogor bakal Cabut Penerima Bansos yang Salahgunakan Dana.
Bogor,Media.K-PK –
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Ma’ruf menuturkan ” akan mencabut bantuan sosial (bansos) apabila disalahgunakan untuk bermain game online terlarang.
Dirinya mengatakan, bantuan sosial yang diberikan pemerintah untuk membantu kebutuhan masyarakat. Namun, kata dia, apabila bantuan disalahgunakan maka akan dicabut fasilitas bantuan yang telah diberikan.
“Sekarang bantuan yang diberikan oleh pemerintah itukan untuk membantu kehidupan masyarakat kalau disalahgunakan jangan salahkan pemerintah ketika fasilitas itu dicabut,” kata Farid Minggu, 10 Agustus 2025.
Farid juga mengklaim terkait data PPATK yang menyebutkan 5.497 warga Kabupaten Bogor terindikasi pengguna game online terlarang, pihaknya belum menerima data pastinya.
“Data:saya belum , “nanti saya koordinasi ke Kemensos,” sambungnya.
Adapun, kata Farid, selama ini Dinsos Kabupaten Bogor secara masif memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait bahaya game online terlarang tersebut.
“Kita masif setiap saat juga, makanya kita cek yang 5 ribu ini mudah-mudahan bisa dapat By Name by addres (BNBA), inikan jadi pelajaran untuk penerima bansos yang lain,” tutur dia.
Masyarakat Kabupaten Bogor menurutnya yang menerima bantuan Kategori Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) angkanya sekitar 380 ribu KK.
“Kalau sekarang ya kemungkinan Desil 1,2,3 banyak penerima (bantuan) PKH saja sekitar 156 KK ditambah BPNT itu sekitar 380 KK,” imbuh dia.
Oleh karena itu, ke depan, kata dia, pihaknya akan mengecek wilayah mana saja yang terindikasi warga penerima bantuan yang digunakan untuk game online terlarang.
“Kita cek data dulu, kita pengen tahu, kan dari data itu bisa kelihatan ada di wilayah mana den ke depan seperti apa, paling kita tangani dengan pendamping,” terangnya.
Begitupun, dalam hal ini, Dinsos Kabupaten Bogor akan berkordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) setelah melakukan pengecakan di lapangan.
Kordinasi pasti, tapi nunggu kepastian yang 5 ribu orang siapa aja,” pungkasnya. Aripin lubis
.

