PILIHANRIAU-KEPRI-JAMBI

Aksi Tak Terduga di Acara Seminar Sehari “Pemkot Jambi Mendengar” Begini Kronologisnya

Kota Jambi – MediaKPK – Acara Seminar Sehari Pemkot Jambi Mendengar yang diselenggarakan Sahabat Alam Jambi bersama bersama Pemerintah Kota Jambi diwarnai oleh aksi tak terduga dari sekelompok orang yang mengatasnamakan WALHI Jambi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Seminar yang mengangkat tema “Kolaborasi Penanganan Banjir” awalnya berlangsung lancar, namun terganggu saat sekelompok orang dan mahasiswa tiba-tiba datang membawa spanduk bertuliskan “Jangan Rusak Anak Sungai, Sungai Bukan Proyek, Hentikan Rekayasa Sungai.”

Aksi tersebut terjadi saat pemaparan dari Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, SH, MH, yang menjadi salah satu narasumber, sempat terjadi adu argumen antara peserta aksi dengan panitia pelaksana.

Ketua panitia pelaksana sekaligus Ketua Sahabat Alam Jambi, Jefri Bintara Pardede, menyayangkan aksi tersebut. Menurutnya, seminar ini adalah wadah kolaboratif untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan banjir di Kota Jambi.

“Kalau ingin menyampaikan aspirasi, seharusnya mengikuti tata tertib dan menyesuaikan dengan waktu yang disediakan. Ada sesi tanya jawab. Aksi seperti ini malah mencoreng semangat kolaborasi,” ujar Jefri.

Jefri juga menegaskan bahwa Sahabat Alam Jambi telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat terdampak banjir. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Ormas (Forkom Ormas) Provinsi Jambi, Adean Teguh, turut menyesalkan insiden tersebut. Ia menilai aksi tersebut tidak mencerminkan sikap intelektual yang seharusnya ditunjukkan dalam forum akademik resmi.

“Inikan kegiatan resmi, beda dengan aksi pendapat di muka umum. Harusnya mereka bisa menempatkan diri dan menunjukkan intelektualitas,” katanya.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, yang juga hadir dalam acara, sempat turun tangan untuk melerai agar tidak terjadi keributan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa forum seperti ini adalah ruang yang tepat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan tertib.

“Acaranya sangat bagus, karena bisa langsung menyampaikan aspirasi kepada pejabat yang hadir. Tapi tentu harus dengan etika dan sesuai tata tertib” ujar Kapolresta.

Setelah dilerai Kapolresta Jambi, kelompok yang mengatasnamakan WALHI tersebut akhirnya membubarkan diri. Acara pun kembali berjalan lancar hingga selesai.

error: Content is protected !!