NTT-NTB-PAPUA-MALUKU

Kecewa Warga NU Maluku : Sambutan Gubernur Maluku Via HP Tidak Layak untuk Forum Konferwil PW ISNU Maluku

Ambon. MediaKPK.Co.Id.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sejumalah Warga Nahdlatul Ulama di Provinsi Maluku kecewa besar kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H.,LLM. Sehubungan dengan Sambutannya yang disampaikan oleh Staf Ahli gubernur bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia (SDM), dengan tidak pada tempatnya dan tidak mencerminkan wibawa pemerintah provinsi maluku.

Abdul Manan Rahawarin, S.H.I., Wakil Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Maluku, menyampaikan kegelisahan yang saat ini dirasakan mayoritas warga Nahdlatul Ulama Maluku terkait pembukaan Konferensi Wilayah ISNU Maluku, dilaksanakan di Aula kantor Kementerian Agama provinsi maluku pada hari ini Jum’at 15/5/2026, bertepatan dengan HUT Pahlawan Nasional Kapitang Pattimura yang diperingati oleh provinsi maluku di Saparua.

Sebagai kader NU yang dibesarkan di rahim PMII, saya tidak bisa diam melihat forum strategis tingkat provinsi diperlakukan tidak semestinya dalam hal etika dan penghormatan kelembagaan dan ini menjadi catatan besar bagi warga Nahdlatul Ulama di maluku dan tingkat Nasional, bahwa Gubernur maluku benar – benar tidak kelembagaan intelektual Nahdlatul Ulama secara umum,”ujar Rahawarin.

Penyampaian sambutan atas nama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LLM., yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur, Yahya Kotta,S.Pt., M.Si, dilakukan secara virtual melalui telepon seluler di tengah acara resmi ini, dimana kehadiran Sekretaris Jenderal PP ISNU H.Wardi Taufik.,M.Si yang mewakili Ketua Umum PP. ISNU Prof.Dr. Phil. H. Kamarudin Amin, MA.,” Katanya.

Sambungnya Format seperti ini tidak hanya mengurangi kekhidmatan acara, tetapi juga dinilai merendahkan marwah Pemerintah Provinsi Maluku sendiri sebagai institusi yang seharusnya memberi teladan protokoler. Kekecewaan semakin besar karena kehadiran Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat ISNU yang datang langsung untuk membuka Konferwil ISNU Maluku.

Rahawarin menilai Acara Konferwil ISNU Maluku, tidak mendapat penghormatan yang setara dalam penyampaian sambutan resmi pemerintah provinsi maluku.

Harus di ingat bahwa Konferwil ISNU Maluku adalah Forum konsolidasi intelektual warga NU Maluku dengan Menempatkannya pada posisi yang seolah – olah tidak penting dan akan melukai rasa memiliki warga NU terhadap pemerintah daerah saat ini,”Ingat Rahawarin.

Keresahan Warga NU, tentu pasti, namun kami tetap membuka ruang kemitraan dengan Pemerintah provinsi maluku. Dan kami berharap, ke depan tidak ada lagi penyampaian sambutan pejabat dalam forum resmi yang dilakukan dengan cara yang tidak mencerminkan penghormatan terhadap organisasi kemasyarakatan, ini pertama dan yang terakhir, biar kita salaing menghargai dan menghormati sesàma dengan cara- cara yang baik.*

(MNP. 01)

error: Content is protected !!