Pengusaha Asli Papua Tuntut Transparansi Anggaran Otsus di Wondama
**Wondama, 22 September 2025** – Sejumlah pengusaha asli Papua yang tergabung dalam beberapa asosiasi pengusaha lokal menggelar audiensi dengan kepala SKPD terkait di Kabupaten Wondama. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tuntutan terhadap transparansi penggunaan dana Otsus (Otonomi Khusus) baik fisik maupun non-fisik.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja pemerintahan setempat, para pengusaha menyoroti adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan proyek dari dana Otsus dengan regulasi yang berlaku. Mereka memperkuat pernyataan bahwa ada indikasi “permainan kotor” yang dilakukan oleh sebagian oknum pejabat dalam proses pengelolaan anggaran tersebut.
“Kami adalah orang asli Papua yang telah lama berjuang dan
menyumbangkan nyawa serta darah untuk tanah ini,” kata salah satu perwakilan pengusaha asli Papua saat berbicara ”
Namun, kini kami merasa diancam oleh ketidakadilan dalam distribusi manfaat Otsus. Kami ingin anggaran ini digunakan secara adil dan transparan.”
Para peserta audiensi, yang berasal dari berbagai asosiasi pengusaha Papua, menegaskan bahwa mereka tidak hanya meminta akuntabilitas, tetapi juga kesempatan yang sama dalam mengakses proyek-proyek strategis yang didanai dari Otsus. Mereka menilai bahwa banyak proyek yang seharusnya menjadi jembatan pembangunan bagi masyarakat lokal, malah dikendalikan oleh pihak-pihak eksternal yang tidak memiliki koneksi langsung dengan wilayah Papua.
“Saat ini, kita masih melihat bahwa proyek-proyek besar selalu diambil alih oleh kontraktor dari luar, padahal kita punya tenaga ahli dan kapasitas lokal yang siap bekerja,” tambah perwakilan lainnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh kepala Dinas pariwisata , serta instansi terkait lainnya. Meski belum ada komitmen resmi dari pihak pemerintah, suasana audiensi tetap kondusif, dengan harapan agar dialog dapat terus berlanjut demi peningkatan kualitas pengelolaan dana Otsus.
Seorang petugas keamanan tampak hadir di lokasi, menandakan pentingnya menjaga situasi tetap damai selama diskusi berlangsung. Beberapa peserta juga membawa dokumen dan catatan sebagai bahan pendukung dalam memperkuat argumen mereka.
Aksi ini menjadi bagian dari upaya kolektif masyarakat Papua untuk memastikan bahwa Otsus bukan sekadar janji politik, tetapi benar-benar menjadi alat transformasi sosial dan ekonomi bagi rakyat Papua. Para pengusaha berharap, langkah-langkah konkret akan segera diambil oleh pemerintah daerah guna menciptakan sistem pengawasan yang lebih terbuka dan inklusif.
**Penutup:**
Keberanian para pengusaha asli Papua dalam mengkritisi pengelolaan dana Otsus menunjukkan semangat baru dalam partisipasi masyarakat terhadap pembangunan daerah. Dengan transparansi dan akuntabilitas yang diperkuat, diharapkan Otsus bisa menjadi fondasi kuat bagi kemajuan Papua yang berkeadilan.
Arnoliand Heneny *
*Lokasi: Wondama, Papua Barat*
*Tanggal: 22 September 2025*

