HKN 2025, Wali Kota Jambi Paparkan Peran ILP dan Kampung Bahagia dalam Sistem Kesehatan Kota Jambi
MediaKPK – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Jambi untuk menegaskan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memanfaatkan kesempatan ini untuk menegaskan arah pembangunan kesehatan Kota Jambi yang berorientasi pada masyarakat dan berbasis komunitas melalui program unggulan “Kota Jambi Bahagia.”
Dalam keterangan persnya pada Kamis (13/11/2025), Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga sekaligus tanggung jawab bersama.
“Kesehatan bukan hanya urusan Puskesmas atau rumah sakit semata. Kesehatan berawal dari kesadaran setiap individu dan kebersihan lingkungan kita,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai fondasi menuju keluarga bahagia, bebas stunting, dan melahirkan generasi emas yang unggul.
Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Maulana telah berhasil mewujudkan Universal Health Coverage (UHC), di mana mayoritas penduduk kini memiliki jaminan perlindungan kesehatan.
Kebijakan ini diperkuat dengan peluncuran Kartu Bahagia, yang memastikan warga berpenghasilan rendah (MBR) dapat mengakses layanan kesehatan secara komprehensif tanpa terbebani biaya. Pemkot Jambi bahkan menanggung Iuran Jaminan Kesehatan Daerah (IJKD) bagi puluhan ribu jiwa.
“Jika ada warga yang sangat membutuhkan pengobatan namun belum terdaftar dan tidak mampu, cukup datang ke Ketua RT untuk dibuatkan surat keterangan. Saat itu juga layanan kesehatan bisa langsung aktif — tanpa masa tunggu,” jelas Maulana.
Kebijakan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir secara responsif dan berkeadilan, sekaligus mengurangi beban ekonomi warga tidak mampu.
Selain jaminan kesehatan, Pemkot Jambi juga memperluas perlindungan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan pengurus RT. Langkah ini memberikan rasa aman finansial ketika warga menghadapi risiko kerja maupun kematian.
Maulana menegaskan, sistem kesehatan Kota Jambi kini bergerak dari sekadar layanan pengobatan menjadi gerakan hidup sehat.
Sebagai garda terdepan, 20 Puskesmas di Kota Jambi kini menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menata pelayanan berdasarkan siklus hidup masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
Salah satu bentuk implementasinya adalah “Lansia Bahagia”, yaitu layanan prioritas bagi warga lanjut usia melalui antrean khusus, pemeriksaan rutin, dan pemantauan penyakit degeneratif.
Untuk memperkuat akses darurat, Pemkot Jambi juga menghadirkan Call Center Bahagia 112 — layanan cepat tanggap gratis yang memangkas birokrasi dan mempercepat penanganan medis saat kondisi darurat.
Program Kampung Bahagia menjadi motor penggerak pembangunan kesehatan dari tingkat komunitas. Dengan alokasi dana Rp100 juta per RT, masyarakat didorong aktif menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.
Pemanfaatan dana dilakukan untuk:
• Perbaikan sanitasi dan akses air bersih
• Pengelolaan sampah dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan
• Penyelenggaraan cek kesehatan gratis dan edukasi PHBS secara rutin melalui Posyandu dan Posbindu.
Ribuan warga telah memanfaatkan program ini untuk deteksi dini penyakit, meningkatkan kesadaran hidup sehat, dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan RT.
Penurunan angka stunting menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Jambi. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein dan gizi dijalankan secara berkesinambungan, disertai penguatan Tim Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
Pemerintah juga menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan kelompok ekonomi perempuan, agar pemberdayaan keluarga dan peningkatan gizi berjalan seiring.
Dengan berbagai inovasi dan integrasi kebijakan tersebut, Wali Kota Maulana membuktikan bahwa sistem kesehatan Kota Jambi kini telah bertransformasi menjadi sistem yang tangguh, inklusif, dan berbasis masyarakat.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya sembuh dari penyakit, tetapi juga hidup sehat, bahagia, dan produktif. Itulah makna sejati dari Jambi Bahagia,” tutup Maulana.

