Olahan Pangan Labu Kuning Simalungun Kecil Tapi Banyak Manfaat
MEDIA K-PK SIMALUNGUN-Ketahanan Pangan merupakan program utama salah satu saat ini yang digaungkan oleh pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melalui Kementerian Pertanian Pusat hal ini sedang diwujudkan sehingga pada tahun 2025 Indonesia mampu menyediakan pangan berbahan beras sendiri dengan baik, Selasa (21/10/25).
Dalam pelaksanaannya ada 4 ( empat ) pilar yang harus dilakukan yakni Ketersediaan,berarti pangan tersedia dan cukup baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Aksesibilitas berupa situasi dimana masyarakat harus mampu terjangkau membelinya. Pemanfaatan berarti pangan harus bergizi dan sehat serta Stabilitas yakni pasokan maupun harga harus stabil, jangan ekstrim jika terjadi perubahan stok maupun harga.
Ditengah tengah hiruk pikuk pemerintah dan petani serta stakeholder lainnya membicarakan dan sedang ‘ action ‘ Tanaman Pangan, tepatnya pada hari ini 21 Oktober 2025 masih ada sesosok putri asli Simalungun ,Sumatera Utara yang sedang dan sudah lama berjuang ‘ mendampingi’ hiruk-pikuknya kegiatan penyediaan pangan oleh pemerintah dengan berperan aktif membuat Olahan Pangan berbahan dasar Labu Kuning Asli Simalungun, Lokalita, tumbuh di Tanah Habonaron Do Bona ( berpangkal pada kebenaran ). Tanaman Kecil, tidak terlalu dilirik untuk sumber pangan dan memang bukan salah satu sumber pangan yang digerakkan pemerintah tetapi mampu tampil berperan mendampingi penyediaan kebutuhan makan setiap harinya yang tentu setelah diolah oleh ahlinya yakni Ibu Rode Meiyanti Saragih, menjadi makanan olahan berupa kue Bolug, Donad, Bomboloni Tiramisu dan bentuk varian lainnya.
Tentunya hal ini menjadi income bagi petani penanam labu kuning maupun usaha olahan hilirisasi atau pasca panen. Pusat Olah Pangan ini berada di Simpang Balai Pertemuan Tanah Lapang Lama SMP GKPS 1, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun.
Pada saat Grand Opening untuk pembukaan tempat baru 2 September 2025 lalu langsung diresmikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Simalungun.
” Besar harapan saya kedepan agar pemerintah terutama Pemerintah Kabupaten Simalungun benar benar memperhatikan dan serius membantu pengembangannya baik pemasaran/ berlangganan pemerintah untuk acara acara resmi, bantuan peralatan pengolahan teknologi terkini, perizinan, sertifikasi halal ( perpanjangan ) maupun menjembatani ibu PKK Pemerintah kabupaten Simalungun untuk ikut pelatihan olah makanan berbahan dasar Labu Kuning ini, termasuk untuk pelatihan remaja remaja generasi kita, anak anak pelajar atau mahasiswa yang memang saya sudah memiliki ijin resmi LPK maupun LKP untuk wadah pelatihan. Berbahan Jipang, Kincung, sreh, Jeruk purut untuk Syrup kita bisa olah juga. Hal ini tetap menjadi peluang bisnis yang menjanjikan termasuk meningkatkan pendapatan petani kita juga nantinya ” Sebut Bu Rode panggilan akrabnya sekaligus pemilik usaha Olahan Pangan ” Rode Dalovma ” ini kepada wartawan KPK saat berkunjung ke Gerai Rode Dalovma.(HN)

