Sppg se kecamatan merbau Mataram sudah mengikuti peraturan dan anggaran yang ditentukan
Lampung Selatan media K-PK
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional Republik Indonesia memaparkan rincian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan pengelolaan anggaran yang terukur serta tepat sasaran.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat berdasarkan jenjang pendidikan dan kelompok penerima manfaat. Program ini menyasar peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
beredar di media sosial tentang item makan gizi gratis (MBG) di kecamatan Merbau Mataram yang di unggah di media sosial menurut wali murid tidak sesuai,awak media langsung turun ke lapangan untuk investigasi, menurut yang kami temukan di lokasi,item makan gizi gratis sudah sesuai dengan ketentuan anggarannya.24/02/2026
Dalam rincian yang dipublikasikan, anggaran dibagi menjadi dua kategori porsi, yakni porsi kecil dan porsi besar.Untuk porsi besar, total anggaran sebesar Rp15.000 per porsi, dengan rincian:
Rp2.000 untuk biaya sewa tempat dan fasilitas,Rp3.000 untuk biaya operasional (upah relawan, listrik, transportasi, dan kebutuhan pendukung lainnya),Rp10.000 untuk bahan baku makanan bergizi.
Sementara itu, porsi kecil dialokasikan sebesar Rp13.000 per porsi, dengan rincian:
Rp2.000 untuk biaya sewa tempat dan fasilitas,Rp3.000 untuk biaya operasional,Rp8.000 untuk bahan baku makanan.
Porsi kecil diperuntukkan bagi PAUD, TK, SD kelas 1–3, dan balita. Sedangkan porsi besar ditujukan bagi SD kelas 4–6, SMP, SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui.
Melalui skema anggaran ini, pemerintah menegaskan bahwa sebagian besar dana dialokasikan langsung untuk bahan baku makanan guna memastikan kualitas gizi tetap menjadi prioritas utama. Selain itu, komponen biaya operasional dan sewa dirancang agar pelaksanaan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Program MBG diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting serta memperkuat ketahanan gizi nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan program ini akan terus diawasi dan dievaluasi guna memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran.(AR)

