Pemdes Leuweung Kolot Diduga Tidak Transparan dalam Pengelolaan Anggaran
Cibungbulang, Bogor – Media K-PK –
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pemerintah Desa Leuweung Kolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, baru-baru ini melaksanakan pembangunan jalan (hotmix) di RW 04. Namun, hasil pantauan Media K-PK di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan terkait proyek tersebut.
Pelaksana maupun penanggung jawab anggaran diduga menutup-nutupi nilai anggaran serta volume pekerjaan yang dilakukan. Warga setempat mengaku tidak melihat adanya papan informasi pembangunan jalan yang semestinya dipasang di lokasi proyek.
“Kami tidak tahu, Pak. Yang kami lihat hanya ada pembangunan jalan dari pihak desa, tapi hasilnya ya begini adanya,” ujar salah seorang warga (02/09). Ia menambahkan, jalan tersebut sebelumnya memang rusak parah, namun setelah diperbaiki kualitasnya tetap dipertanyakan.
Menurut warga, pembangunan infrastruktur seharusnya dilakukan secara terbuka agar masyarakat mengetahui sumber dana, nilai anggaran, hingga volume pekerjaan yang dikerjakan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Leuweung Kolot, Suwardi, selaku penanggung jawab anggaran tidak berada di tempat karena sakit. Sekretaris Desa, Andi, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor (Sami Sade) tahap pertama.
“Panjang jalan 301 meter, lebar 2,7 meter, dan ketebalan 3 cm,” jelas Andi. Ia mengakui memang belum melihat adanya papan informasi di lokasi pembangunan. “Kami tidak menutup-nutupi anggaran, semuanya terbuka,” tambahnya.
Namun, saat ditanya mengenai keberadaan papan informasi pendapatan dan pengeluaran anggaran desa yang seharusnya dipasang di depan kantor desa, Sekdes tidak dapat menunjukkannya.
Temuan ini sangat disayangkan. Seharusnya pihak desa memasang papan informasi sebelum pelaksanaan pekerjaan agar masyarakat tidak bertanya-tanya terkait penggunaan anggaran. Selain itu, kualitas hotmix yang digunakan juga patut dipertanyakan, apakah sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan.
Tidak terpasang papan impormasi pembangunan, serta papan impormasi pendapatan maupun penggunaan anggaran ,(APBDES) apakah ini disebut selalu trparan, silakan dijawab sendiri. (Aripin lubis)

