PDAM Tirta Mayang Diguncang Aksi Mahasiswa: Tarif Naik, Layanan Dipertanyakan, Dirut Disorot
MediaKPK – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jambi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Rabu (04/12/2025).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas berbagai persoalan yang dianggap tidak pernah dituntaskan oleh perusahaan daerah penyedia air bersih tersebut, terutama terkait kebijakan kenaikan tarif yang dinilai tidak transparan.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah poster bertuliskan tuntutan dan kritik terhadap direktur utama dan manajemen PDAM. Mereka menilai keputusan menaikkan tarif air dilakukan secara sepihak tanpa adanya pemberitahuan maupun sosialisasi kepada masyarakat, sehingga membuat publik merasa dirugikan.
Menurut mahasiswa, kebijakan tersebut tidak hanya bermasalah dari sisi komunikasi publik, tetapi juga dinilai melanggar prinsip keterbukaan informasi dan akuntabilitas yang seharusnya dijunjung oleh perusahaan daerah sebagai penyedia layanan publik.
Koordinator lapangan aksi, Ardiansyah, menyampaikan bahwa masalah PDAM Tirta Mayang bukan sekadar kenaikan tarif, tetapi juga terkait ketidaktransparanan pengelolaan perusahaan, mulai dari pelayanan, jumlah pelanggan, kualitas air, hingga distribusi dan pemerataan air bersih di Kota Jambi.
“Banyak masyarakat hari ini merasakan tidak ada pemerataan air bersih di Kota Jambi,” ujar Ardiansyah
Ia mengungkapkan bahwa warga di sejumlah wilayah masih mengalami distribusi air yang tidak lancar, bahkan di beberapa lokasi air mengalir hanya pada jam-jam tertentu, Kondisi tersebut, menurut mahasiswa, menunjukkan adanya ketimpangan pelayanan yang tidak bisa terus dibiarkan.
Mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. Mereka berkomitmen akan terus turun ke jalan apabila PDAM Tirta Mayang tidak segera memberikan jawaban resmi serta memenuhi tuntutan perbaikan pelayanan.
“Kami tegaskan, aksi ini akan dilakukan terus-menerus hingga pihak PDAM menyanggupi tuntutan-tuntutan kami dan memperbaiki semua pelayanan PDAM Tirta Mayang di Kota Jambi,” tambah Ardiansyah.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat berhak mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai kondisi PDAM saat ini, termasuk bagaimana alur pengelolaan air bersih, langkah-langkah perbaikan jaringan, dan rencana jangka panjang untuk pemenuhan kebutuhan air bersih warga.
Aksi sempat diwarnai kekecewaan karena Direktur Utama PDAM Tirta Mayang tidak hadir untuk menemui mahasiswa. Menurut informasi yang diterima massa aksi, Dirut sedang tidak berada di kantor saat demonstrasi berlangsung.
Hal ini memicu kritik dari mahasiswa yang menilai absennya pimpinan PDAM sebagai bentuk kurangnya komitmen untuk berdialog dengan publik.
“Tadi disampaikan bahwa Dirut PDAM sedang tidak berada di tempat, kemungkinan masih melakukan upaya-upaya mencalonkan diri dan terpilih kembali menjadi Dirut PDAM,” ungkap Ardiansyah.
Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin perusahaan daerah seharusnya hadir dan mendengar langsung keluhan masyarakat, terutama ketika perusahaan yang dipimpinnya sedang menjadi sorotan publik.
“Kami sampaikan, apabila Dirut hari ini tidak mampu memperbaiki layanan dan pemerataan PDAM di Kota Jambi, lebih baik jangan mencalonkan lagi,” tutupnya.
Aksi mahasiswa ini menambah panjang daftar pihak yang mendesak PDAM Tirta Mayang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanannya. Dalam beberapa bulan terakhir, keluhan masyarakat terkait air keruh, tidak lancar, hingga tarif yang dinilai membebani terus bermunculan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Tirta Mayang belum memberikan keterangan resmi. Dari salah satu pegawai yang ditemui saat aksi berlangsung, diketahui Direktur Utama tengah mengikuti seleksi wawancara Calon Direksi PDAM Tirta Mayang periode 2026–2031.

