NTT-NTB-PAPUA-MALUKU

Warga Teluk Wondama Antri Minyak Tanah

Teluk Wondama, Media. k-PK

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sejumlah warga di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat , terlihat mengantre panjang di pinggir jalan untuk membeli minyak tanah, Jumat (21/11). Antrean yang meluber hingga ke tepi jalan raya ini menjadi pemandangan yang mencerminkan kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan bahan bakar rumah tangga tersebut.

Pantauan media di lokasi menunjukkan puluhan warga, terutama perempuan dan anak-anak, berdiri sabar sambil membawa jerigen plastik berbagai ukuran—dari yang kecil hingga kapasitas 5 liter. Jerigen-jerigen itu, sebagian besar disimpan dalam kantong plastik merah dan hitam, tersusun rapi di atas tanah berbatu di samping sebuah warung kecil berwarna kuning biru yang tampaknya menjadi titik penjualan minyak tanah secara eceran.

“Sudah berapa hari saya tidak bisa mendapatkanya, baru hari ini dapat,” ujar , salah satu warga yang mengantre, sambil menggendong anaknya. “Minyak tanah di pengencer lain sudah habis, atau harganya naik drastis. Di sini masih Rp 7000 per liter, jadi kami rela antri.”

”*. Harga ini, meski masih terbilang wajar dibandingkan beberapa pengencer lain yang dimana 20 ribu per liter, tetap menjadi beban bagi sebagian warga, apalagi ketika harus membeli dalam jumlah besar untuk kebutuhan harian.

Kondisi ini diperparah oleh minimnya akses distribusi resmi. Banyak warga mengaku tidak lagi bisa membeli minyak tanah di agen resmi karena stok habis atau pembelian dibatasi. Akibatnya, mereka beralih ke pedagang eceran yang kerap menjual dengan harga lebih tinggi dan kuantitas terbatas.

Lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat akibat antrean yang cukup panjang. Beberapa pengendara motor melambat, penasaran dengan kerumunan yang terbentuk di pinggir jalan. Suasana mendung di langit seolah mencerminkan kecemasan warga yang tak ingin kehabisan bahan bakar untuk memasak.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama maupun Pertamina terkait penyebab kelangkaan atau rencana penambahan stok minyak tanah di wilayah tersebut. Namun, warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan ketersediaan BBM bersubsidi, terutama minyak tanah, yang masih menjadi andalan banyak rumah tangga di daerah terpencil seperti Teluk Wondama.(Iand H)

error: Content is protected !!