Tangki BBM Meledak Desa Karang-Karangan Masyarakat Dibuat Panik.
Luwu,Media.K-PK
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dentuman keras terdengar di Desa Karang-Karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Selasa pagi (22/7/2025). Sebuah tangki penampungan BBM milik Depot Pertamina Palopo tiba-tiba meledak dan terbakar sekitar pukul 09.00 WITA, memicu kepanikan massal.
Suara ledakan begitu kuat hingga terdengar hingga ke SMK Negeri 11 Luwu yang berjarak dua kilo meter dari lokasi sekolah SMK 11 Luwu, Aktivitas belajar di sekolah pun sempat terganggu karena suara ledakan yang disangka sebagai kecelakaan besar.
“Saya kira truk besar tabrakan di depan sekolah. Suaranya sangat keras dan getarannya terasa sampai ke kelas,” ujar seorang siswa.
Warga sekitar depot dikagetkan dan sebahagian berlarian keluar rumah, ada yang membawa perlengkapan seadanya untuk menyelamatkan diri. Puluhan orang berkumpul di Lapangan Karang-Karangan demi menghindari kemungkinan ledakan susulan.
“Saya langsung matikan kompor, cabut gas, dan keluar rumah. Semua orang panik, anak-anak menangis. Sirine berbunyi terus dari arah depot,” cerita AM, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Kepala Desa Karang-Karangan, Asbar, mendesak Pertamina untuk segera memberikan klarifikasi dan menjamin keselamatan masyarakat.
“Warga kami trauma. Pihak Depot harus memberikan kejelasan dan transparansi karena ini menyangkut keselamatan banyak orang,” tegasnya.
Dari informasi lapangan, empat orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Dua di antaranya adalah pekerja yang tengah membersihkan area tangki saat ledakan terjadi. Salah satu korban, Anto, menderita luka bakar di tangan, sementara korban lain disebut-sebut merupakan Wakil Kepala Depot yang baru seminggu bertugas.
Hingga sore hari, kobaran api telah berhasil dikendalikan oleh tim pemadam dan petugas keamanan dari internal depot. Namun, warga masih trauma atas kejadian tersebut sebelum ada kejelasan.
Pihak Pertamina hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab insiden. Pemerintah desa bersama warga berharap investigasi dilakukan secara menyeluruh dan terbuka.
“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak. Kami butuh jaminan keamanan. Kami tinggal di dekat depot, tapi kami bukan bom waktu,” pungkas seorang tokoh masyarakat setempat. (Basman)

