Diduga pekerjaan Revitalisasi SDN Sukajaya, kecamatan katibung dikerjakan asal- asalan demi mencari keuntungan besar
Lampung Selatan – Program Revitalisasi SDN Sukajaya kecamatan katibung, Kabupaten Lampung Selatan,menuai sorotan, pasalnya terkesan menyalahi ketentuan yang Tidak sesuai spesifikasi teknik.Pekerjaan yang menyerap anggaran dari APBN tahun 2025 ini dipertanyakan soal pengawasan dari dinas terkait.
Pantauan dari awak media di Lokasi proyek, pada Senin, 29 Desember 2025, menemukan sejumlah kejanggalan pekerjaan yang sudah selesai tapi masih banyak keretakan di dinding, seharusnya pekerjaan yang sudah selesai selayaknya harus sudah tertata rapi.
Dugaan pelaksanaan pembangunan yang tidak mengindahkan bestek tersebut terkuak dari hasil investigasi di lapangan oleh awak media.
Untuk diketahui proyek pembangunan tersebut dikerjakan oleh panitia pembangunan satuan pendidikan,sumber dana dari APBN tahun anggaran 2025 jumlah dana bantuan Rp 326.502,00, dalam jangka waktu kerja 120 hari kalender
Saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, masih ada keretakan bangunan yang sudah selesai,kepala sekolah,SITI ROPIAH menjawab, Nanti kami benahi lagi”kilahnya
Dilihat dari hal tersebut pihak sekolah yang mengerjakan disenyalir sengaja melaksanakan pekerjaan tersebut tidak sesuai spesifikasi,dengan tujuan meraup keuntungan besar.
Kami berharap kepada pihak dinas terkait atau Bapak Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama-sama Kita kroscek kelokasi pembangunan proyek tersebut, untuk melihat pekerjaan yang sudah selesai tapi masih banyak keretakan di dinding.
Proyek pemerintah sejatinya hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat,Bila kondisi seperti ini dibiarkan, publik akan kehilangan kepercayaan terhadap tata kelola pembangunan di daerah Lampung Selatan.
Dengan adanya kegiatan tersebut yang tidak sesuai SOP (standar operasional prosedur)Aktifis muda David apriadi,angkat bicara yang menyoroti tindak pidana korupsi keuangan negara, akan melakukan jika bila adanya bangun ruang kelas masih banyak keretakan atau tidak sesuai spek,akan mengambil langkah-langkah, segera bersurat kepada kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia di jakarta.”tegasnya. (AR)

