JABAR-JATENG-D.I.YPILIHAN

DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Gelar Penyuluhan Perlindungan Kekerasan Seksual Pada Anak dan Perempuan Kepada Masyarakat

Bekasi – Semakin marak nya kekerasan seksual pada anak dan perempuan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi menyelenggarakan penyuluhan perlindungan anak dan perempuan di Islamic Center Bekasi, Jl. Jend. Achmad Yani No.22, Kel. Marga Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17141, Kamis, 13/11/2025.

Acara yang dibuka oleh sambutan ketua dan Sekretaris DPC Srikandi PP Kota Bekasi Hj. Rohaniah dan Fini Ikhsanti, memaparkan Tujuan kegiatan ini, untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan dan penanganan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak. Dan metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa edukasi kepada masyarakat setempat.

Nara sumber pertama yaitu Dwi Mudiantoro dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi selaku Sekretaris Badan.

” Tidak banyak yang dapat saya sampaikan, saya hanya berterimaksih kepada ibu-ibu dan anak-anak kita yang telah hadir di acara ini, semoga banyak manfaat yang di dapat dalam acara ini ” Tuturnya.

Turut hadir, Wakil Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Wakasat Binmas) Polres Metro Bekasi Kota, AKP Puji Astuti, S.H menyampaikan, betapa penting nya kita selaku orang tua mengawasi anak secara berkala.

” Seumpama kita perhatikan anak kita dan kita awasi, terus kita melihat dia suka selalu menyendiri itu yang bahaya, coba kita melakukan pendekatan agar anak tidak merasa dia sendiri dan merasa orang tuanya selalu ada untuk dia ” Jelasnya

Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si selaku Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi serta mewakili dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak (DP3A) Kota Bekasi, menambahkan bahwa, terjadinya peningkatan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan bergantung pada faktor Ekonomi, Sosial-Budaya, Faktor Keluarga, serta Lingkungan dan Teknologi.

” Faktor penyebab kekerasan terhadap perempuan dan anak meliputi faktor ekonomi (kemiskinan, pengangguran, ketidakstabilan keuangan), faktor sosial-budaya (norma patriarki, ketidaksetaraan gender, minimnya kesadaran hukum), faktor keluarga (pola asuh yang buruk, stres keluarga, KDRT), serta faktor lingkungan (dampak negatif gadget dan media sosial, kurangnya pengawasan) ” Tandasnya.

Acara dilanjutkan oleh sesi tanya jawab antara nara sumber dan para peserta, serta berlangsung dengan hangat dan hikmat. (DN)

error: Content is protected !!