SUMSEL-LAMPUNG-BABEL

Gawat!!! Kepala paud permata hati Banjarsari terkesan kang kelingkong dengan pihak pengawas

Lampung Selatan, Media.K-PK

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pembangunan proyek revitalisasi PAUD permata hati Banjarsari kecamatan waysulan yang menjadi perbincangan di media online.

Kegiatan tersebut tercatat dengan nama bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 berupa pekerjaan revitalisasi satuan anak usia dini Paud permata hati dengan total anggaran Rp 532.039.000,00 yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2025.

Saat di konfirmasi melalui via WhatsApp terkait pembesian, kepala paud tuti Handayani seolah olah tidak mengakui besi yang sudah terpasang di slup tiang coran bukan besi spek 8,5 mm yang ada di pemberitaan.

 

Kami merasa terganggu memeriksa sampai manjat-manjat ke lokasi pembangunan padahal yang lebih berhak yang mengawasi adalah pengawas dari kami juga selalu berkomunikasi dengan pengawas apabila ada kesalahan tolong benarkan jangan langsung masuk pemberitaan, “jawabanya.

 

kalo pekerjaan proyek tersebut sudah sesuai spesifikasi mengapa harus risih. Kami sebagai kontrol sosial harus mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.31/10/2025.

 

Tuti Handayani kepala paud permata hati mengatakan saya yang mengelola yang bertanggung jawab,kalo menurut kami sudah sesuai gambar spek yang di buat oleh perencana,masalah pembesian saya sudah cek nota.

 

Seharusnya Untuk besi berdiameter spek 10 mm, diameter aktual seharusnya berada dalam rentang toleransi yang diizinkan SNI, yaitu sekitar $\pm$0,4 mm. Jadi, diameternya tidak boleh kurang dari 9,6 mm. Besi dengan diameter yang jauh lebih kecil, misalnya 8 mm, adalah produk non-SNI atau “banci” meskipun dijual sebagai besi 10 mm,

bukan melalui cek nota,Berti ada kelalaian dalam pembelanjaan besi atau terkesan bermain dengan pihak pengawas jika masih terpasang besi Spek 8,5 mm,8,6 mm( banci).

 

 

 

Awak media mendesak Dinas Pendidikan Lampung selatan serta pihak yang di libatkan untuk mengawasi, untuk memperketat pengawasan, Selain itu aparat penegak hukum juga diminta menindaklanjuti dugaan penyimpangan itu, agar tidak ada praktik “main mata” yang merugikan negara.

Revitalisasi gedung sekolah adalah kebutuhan mendesak, tapi jangan sampai dijadikan lahan “bancakan” bagi oknum-oknum tertentu,jangan sampai pihak-pihak terkait seakan tutup mata tutup telinga atas dugaan korupsi yang di Laksanakan pembangunan revitalisasi paud permata hati Banjarsari kecamatan waysulan.

 

“Saat minta tanggapan camat waysulan Fitri Hidayat melalui via WhatsApp awak media menanyakan terkait pembangunan proyek paud yang ada di daerah kepemerintahannya.

Kemarin udah ditinjau tapi tidak ketemu dengan pengelolanya hari ini mau saya cek lagi.”jawabnya

Sampai saat ini camat waysulan Fitri Hidayat setelah meninjau ke lokasi proyek tersebut, belum ada jawaban atau bungkam.

Bila ini dibiarkan ini akan merusak tata kelola daerah Lampung Selatan,kami berharap kepada pihak dinas terkait ataupun bapak Bupati Lampung Selatan bisa sama-sama kita krosek ke lapangan, demi untuk Lampung Selatan yang lebih maju,media akan mengawal tuntas hingga proyek itu selesai.(AR)

 

 

error: Content is protected !!