Gotong Royong Bersama “World Cleanup Day”, Wali Kota Jambi Luncurkan Kampung Bahagia
MediaKPK – Memperingati World Cleanup Day atau Hari Bersih-Bersih Sedunia, Pemerintah Kota Jambi melakukan gontong royong bersama yang di pimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr.dr. H.Maulana, MKM yang di pusatkan di kawasan danau sipin Kota Jambi Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan menghadirkan sebuah program inovatif yang diberi nama “Kampung Bahagia”. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Jambi dengan melibatkan 67 Rukun Tetangga (RT) di berbagai wilayah kota.
Melalui Kampung Bahagia, pemerintah ingin menegaskan kembali pentingnya gotong royong dan pembangunan berbasis komunitas, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam setiap tahapan pembangunan.
Wali Kota Jambi dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan program ini hanya bisa diraih jika ada kerja sama erat antara masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur TNI/Polri. Menurutnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa dipikul satu pihak saja.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan Rp100 juta untuk setiap RT yang terlibat, dengan total anggaran awal mencapai Rp6,7 miliar. Dana ini sepenuhnya difokuskan untuk mendorong pembangunan berbasis komunitas, baik dalam bentuk infrastruktur sederhana, pemberdayaan warga, maupun kegiatan gotong royong.
“Hari ini kita launching Kampung Bahagia dengan melibatkan 67 RT. Setiap RT menerima Rp100 juta untuk pembangunan berbasis komunitas. Tahun depan, kita targetkan sebanyak 1.650 RT dengan total anggaran Rp165 miliar,” ujar Wali Kota Jambi.
Selain berbicara soal pembangunan, Wali Kota juga menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi Kota Jambi, yakni pengelolaan sampah. Ia memaparkan data bahwa setiap harinya, Kota Jambi menghasilkan sekitar 430 ton sampah, dengan rata-rata timbunan sampah rumah tangga sebesar 0,7 kilogram per orang per hari.
Menurutnya, permasalahan utama bukan hanya pada besarnya volume sampah, tetapi juga pola pikir masyarakat yang masih cenderung melepas tanggung jawab setelah sampah keluar dari rumah.
“Selama ini, banyak masyarakat hanya berpikir ‘yang penting sampah keluar dari rumah saya’. Ini harus kita ubah. Melalui Kampung Bahagia, tidak ada lagi buang sampah sembarangan. Semua pihak harus bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan waktu pembuangan sampah yang sudah ditetapkan, yaitu pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Namun, kenyataannya masih banyak warga yang membuang sampah di luar jam tersebut, sehingga mengganggu proses pengangkutan serta menimbulkan tumpukan di beberapa titik.
Tak berhenti di situ, Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan langkah strategis lain untuk mengatasi permasalahan lingkungan, yakni dengan membangun danau buatan seluas 9,1 hektare. Proyek ini dirancang sebagai solusi untuk mengurangi risiko banjir yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan utama di Kota Jambi.
Danau tersebut diharapkan mampu menampung aliran air hujan sekaligus menekan potensi banjir hingga 60 persen. Tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, danau ini juga akan dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus destinasi wisata baru bagi masyarakat.
“Insyaallah tahun depan akan dibangun danau seluas 9,1 hektar. Selain sebagai solusi banjir, danau ini juga akan menjadi ruang terbuka hijau dan tempat wisata baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelas Wali Kota.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Jambi kembali menegaskan bahwa kesuksesan program-program pembangunan, termasuk Kampung Bahagia dan proyek danau buatan, sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa partisipasi warga.
“Kalau kita merasa memiliki kota ini, maka kita harus bekerja bersama. Kita ingin Jambi menjadi kota yang bersih, sehat, dan ekonominya tumbuh. Semua itu hanya bisa dicapai jika kita satu semangat,” pungkasnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap lahirnya Kampung Bahagia dapat menjadi momentum untuk membangun budaya baru di tengah masyarakat: budaya hidup bersih, budaya gotong royong, dan budaya saling menjaga lingkungan demi masa depan kota yang lebih baik.

