Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung di Lapangan Andi Djemma.
Belopa.Media.K-PK
Dalam upacara tersebut, Bupati Patahudding membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang mengajak generasi muda Indonesia memperkuat karakter patriotik, gigih dalam perjuangan, serta memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama.
Amanat tersebut menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat persatuan yang telah diikrarkan para pemuda Indonesia 98 tahun silam.
Sumpah Pemuda menjadi tonggak sejarah penting dalam menyatukan berbagai perbedaan, memperkuat perjuangan, dan meneguhkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, yakni bangsa Indonesia.
“Hari ini, semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” demikian petikan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Bupati Luwu.
Dalam amanatnya, Erick Thohir menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan sumber daya yang dimiliki. Lebih dari itu, kemajuan sejati berawal dari kualitas manusia, kekuatan karakter, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
Karena itu, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menanamkan tiga karakter utama dalam kehidupan sehari-hari, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.
Patriotisme tidak cukup diwujudkan melalui ungkapan kecintaan terhadap tanah air, tetapi harus dibuktikan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa.
Sementara kegigihan berarti memiliki semangat untuk terus berjuang, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta mampu bangkit dari kegagalan.
Adapun empati menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, yakni dengan menumbuhkan kepedulian terhadap kesulitan orang lain dan kesediaan memberikan pertolongan ketika masyarakat membutuhkan.
“Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian isi amanat tersebut.
Lebih lanjut, generasi muda diajak untuk berani menetapkan cita-cita besar, bekerja keras, dan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang kuat dan mampu memimpin, tetapi juga memiliki kerendahan hati untuk melayani serta kesediaan membantu sesama.
“Bermimpilah setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” bunyi amanat Menteri Pemuda dan Olahraga.
Menutup amanatnya, Erick Thohir menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun generasi muda yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.
“Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan penutup amanat tersebut.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh generasi bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian sosial.(Basarman)

