Penas Gorontalo : Prabowo Tepuk Bahu HL, “Pa Kumis Ganteng”, Saya Bantu Banyak Untuk Maluku
Gorontalo. MediaKPK.Co.Id.,
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Puncak PENAS Petani Nelayan XVI 2026 jadi saksi bisu. Di tengah lautan ribuan petani-nelayan se-Indonesia, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berdiri sejajar Presiden Prabowo Subianto. Rabu 24 Juni 2026, percakapan itu terjadi. Bukan di ruang AC, tapi di panggung rakyat. Di sanalah Inpres 2/2026 tentang Swasembada Pangan turun jadi amanah.
Salah satu Tokoh Masyarakat maluku menyampaikan yang nama tidak di publikasikan namanya, bahwa benar kita ini provinsi jumlah suara kita kecil, Namun suara yang Kecil ini didengar Istana, menyampaikan kepada awak media ini dari Gorontalo melalui telp selulernya Rabu 24/6/2026.
Menurutnya basudara di maluku kita harus menyadari hal itu, karena maluku kita ini kecil di peta, tapi besar di hati Presiden Prabowo Subianto, bukti nyata, di tengah ribuan suara dari seluruh Indonesia, suara maluku tidak tenggelam, Gubernur m
Maluku yang sapaan HL bawa cerita anak negeri, ada pulau yang belum ada kapal, ada tanah subur yang belum ada benih, ada laut kaya tapi harga rempah jatuh,”Ujarnya.
“Presiden dengar Dan beliau jawab dengan tepukan bahu.
“Pa Kumis Ganteng, Saya Bantu Banyak”,
Kalimat itu sederhana, tapi bagi basudara di dapur – dapur maluku, itu harapan. Saat Presiden Prabowo menepuk bahu HL dan bilang “Pa Kumis Ganteng, saya bantu banyak untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Maluku ya”, di situlah ada janji,”.
Janji bahwa anak-anak di Tanah Seram , Lease, di Kei, KKT, MBD di pulau Buru, di Aru dan pulau – pulau yang tidak bisa disebut satu persatu karena banyak pulau di maluku, intinya tidak ada kecuali, senuanya tidak akan dibiarkan lapar.,”Petiknya.
Inpres 2/2026 Bukan Kertas, Ini Soal Perut Anak Kita,
HL bilang ke Presiden: “Pak, Inpres 2/2026 kalau cuma jadi kertas, mama-mama di pasar masih susah. Kalau cuma jadi rapat, adik-adik masih makan nasi campur sagu,” Jelaanya.
Presiden mengangguk. Karena beliau tahu, kedaulatan pangan itu soal harga diri bangsa. Dan Maluku siap jadi barisan depan.
Efisiensi Jalan, Tapi Lumbung Harus Jalan,
HL jujur ke Presiden, anggaran memang harus hemat, tapi untuk pangan, tidak boleh pelit.
“Hemat di meja birokrasi, Pak. Tapi gas di lahan basudara.” Presiden setuju. Artinya jelas, cetak sawah, benih unggul, irigasi, lumbung desa, harga rempah adil semua akan dikawal pusat. Efisiensi jalan, lumbung pangan Maluku jalan.
Ajakan dari Gorontalo untuk Basudara di rumah, dari Gorontalo, HL titip pesan yang pasti bikin mata basudara berkaca, “Tepuk bahu Presiden itu kepada HL bukan untuk dirinya, tetapi Itu untuk basudara dong semua, tanpa kecuali, untuk bapak yang cangkul dari pagi, untuk mama yang jual di pasar, untuk adik – adik sekolah sambil bantu di kebun. Mari basudara, Pemerintah buka jalan, kita garap tanah dan laut. Par Maluku pung bae, kita makan dari hasil sendiri, sudah saatnya kita tidak lagi jadi penontong di Negeri kita, gunakan waktu dengan sebaik – baiknya untuk anak cucu kita.
Maluku Tidak lagi jalan sendiri,
Usai pertemuan, HL berdiri lama memandang ribuan petani-nelayan.
“Dulu Maluku sering merasa jauh dari pusat tapu Hari ini, di PENAS Gorontalo, Maluku dirangkul langsung Presiden. Ini bukan akhir. Ini awal. Awal Maluku naik kelas jadi lumbung pangan Timur Indonesia, “For Maluku pung bae”.*
( MNP. 01)
