SUMSEL-LAMPUNG-BABEL

SPPG Merbau Mataram 2 Tanggapi Pemberitaan Online Soal Makanan Tak Layak, Camat dan Dinas Kesehatan Merbau Mataram Turun Langsung

LAMPUNG SELATAN — Media KP-K |

Pihak Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Merbau Mataram 2 memberikan tanggapan dan klarifikasi resmi mengenai pemberitaan di media online terkait keluhan dugaan makanan tidak layak konsumsi bagi Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

​Guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di media digital tersebut, Camat Merbau Mataram (Ricky Randa Belpama, S.I.Kom, M.M.) bersama Dinas Kesehatan Merbau Mataram telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan, pengecekan, serta verifikasi objektif di fasilitas pengolahan dapur maupun di titik distribusi penerima. (10/8/2026)

​Pihak manajemen SPPG Merbau Mataram 2 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas masukan yang diberikan oleh media massa. Peran media sebagai pengawas dan pengontrol sosial dinilai sangat penting bagi peningkatan kualitas pelayanan pangan kepada masyarakat.

​Kepala SPPG Merbau Mataram 2, Fandi Zuliansyah, menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan hingga pengemasan makanan di fasilitasnya senantiasa menerapkan standar higienitas yang ketat. Menanggapi narasi dalam pemberitaan media online mengenai temuan telur lalat pada sajian makanan, Fandi meluruskan bahwa temuan tersebut tidak serta merta terjadi saat proses pengolahan internal di dapur.

​”Adanya temuan telur lalat tersebut juga belum bisa dipastikan berasal dari dapur karena terdapat jeda antara distribusi ke sasaran KPM hingga ditemukannya laporan, dan hanya ada satu laporan KPM yang terdapat telur larva tersebut dari 2.402 sasaran,” tegas Fandi.

​Sebagai tindak lanjut dari evaluasi bersama peninjauan lapangan dan penanganan isu dari media tersebut, SPPG Merbau Mataram 2 akan memperkuat peran tenaga ahli untuk memberikan edukasi langsung mengenai tata cara penanganan makanan setelah diterima.

​”Kemudian juga selain itu Ahli Gizi akan memberikan edukasi kepada KPM bahwa makanan yang telah didistribusikan itu harus dikonsumsi segera, tidak ditunda, agar meminimalisir kontak silang pada saat makanan tersebut di tangan KPM, yang juga berkaitan dengan batas waktu konsumsi terhadap makanan yang telah didistribusikan,” lanjutnya.

​SPPG Merbau Mataram 2 mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kritikan serta perhatian dari media online yang telah mengawal jalannya program ini. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi demi terus memperketat kontrol kualitas pangan serta berkoordinasi secara aktif dengan jajaran kecamatan dan dinas kesehatan setempat.

Antoni Rahmansyah

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1