Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 Menjunjung Objektivitas dan Jujuran Dalam Melakukuan Penilaiaan.
KUNINGAN Mediakpk.co.id–
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 harus menjunjung tinggi objektivitas, kejujuran, dan keadilan dalam melakukan penilaian. Menurutnya, kualitas peserta yang akan mengharumkan nama Kuningan di tingkat Provinsi Jawa Barat ditentukan sejak proses seleksi di tingkat kabupaten.
Penegasan tersebut disampaikan saat Pengukuhan dan Orientasi Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan di Ruang Rapat Aria Kamuning, Kompleks Setda Kabupaten Kuningan, Senin, (20/7/2026).

Sebelum prosesi pengukuhan, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan sekaligus Ketua Umum LPTQ Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., menjelaskan kegiatan tersebut mengacu pada Keputusan Bupati Kuningan Nomor 949 Tahun 2026 tentang Penetapan Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, orientasi bertujuan menyamakan persepsi terhadap standar penilaian di setiap cabang lomba sekaligus meningkatkan profesionalisme dewan hakim dan panitera. Kegiatan diikuti 107 peserta yang terdiri atas tiga koordinator dewan hakim, 70 dewan hakim, dan 34 panitera, dengan pembiayaan melalui APBD Kabupaten Kuningan Tahun 2026.
Uu Kusmana juga menyampaikan MTQ ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan akan digelar pada 21–22 Juli 2026 di Kecamatan Sindangagung.
Dalam arahannya, Bupati Dian mengapresiasi kualitas sumber daya manusia yang dipercaya menjadi dewan hakim. Ia meyakini seluruhnya memiliki kompetensi, integritas, serta pemahaman yang baik terhadap cabang-cabang MTQ.
“Saya melihat SDM yang ditugaskan sudah tidak diragukan lagi. Mereka memiliki kompetensi, integritas, dan pemahaman yang mendalam terhadap cabang-cabang MTQ. Terima kasih atas dedikasi Bapak dan Ibu yang telah mewakafkan waktu, tenaga, dan pikirannya demi kemajuan MTQ Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Bupati menekankan tugas dewan hakim tidak hanya memberikan nilai, tetapi juga menjaga marwah MTQ melalui penilaian yang profesional.
“Intinya dewan hakim harus OJA, yakni Objektif, Jujur, dan Adil. Hindari segala bentuk subjektivitas karena kedekatan pribadi, hubungan keluarga, teman satu daerah, ataupun kepentingan lainnya. Kualitas juara MTQ Kabupaten Kuningan berada di tangan para dewan hakim,” tegasnya.
Ia mengakui capaian Kabupaten Kuningan pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat masih perlu terus ditingkatkan. Namun, melalui pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan, ia optimistis prestasi daerah akan semakin meningkat.
“Saya tidak ingin sekadar melaksanakan MTQ sebagai kegiatan seremonial. Kita harus menjadikan MTQ sebagai proses mencari bibit-bibit unggul asli Kabupaten Kuningan untuk dibina secara berkelanjutan. Target jangka pendek kita minimal masuk 10 besar Jawa Barat, sedangkan target jangka panjangnya melahirkan generasi Qurani yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Bupati meminta LPTQ bersama Kementerian Agama menginventarisasi qari dan qariah asal Kuningan yang saat ini membela daerah lain agar dapat kembali memperkuat Kabupaten Kuningan. Menurutnya, keberhasilan MTQ harus dibangun melalui pembinaan talenta lokal secara berkesinambungan.
Selain itu, ia mendorong peningkatan standar penilaian dan kualitas peserta agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Naikkan standar kualitas. Jangan hanya puas karena kegiatan terlaksana. Yang kita cari adalah proses pembinaan dan lahirnya generasi Qurani terbaik,” ujarnya.
Bupati juga berharap hasil penilaian dewan hakim menjadi bahan evaluasi bagi setiap peserta sehingga mengetahui kelebihan dan kekurangan yang perlu diperbaiki dalam proses pembinaan berikutnya.
Menurut Dian, MTQ merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya visi Kuningan Melesat, khususnya dalam membangun masyarakat yang religius. Nilai-nilai Al-Qur’an, kata dia, harus terus dibumikan untuk melahirkan generasi Qurani yang mampu menjaga kerukunan, memperkuat moderasi beragama, serta menangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di tengah masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengapresiasi LPTQ Kabupaten Kuningan, Kementerian Agama, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ ke-50. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, objektif, dan berkualitas sehingga mampu melahirkan kafilah terbaik yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kuningan di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.
(Deden Sanjaya)

