Aksi Demonstrasi di Gelar Depan Pendopo Kuningan di Picu Ulah ASN yang di Duga Kasus Perselingkuhan.
Kuningan. Media. K-PK
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Aksi Demonstrasi yang digelar di depan Pendopo Bupati Kuningan kali ini sungguh unik dan menggelikan. Pasalnya, aksi tersebut diwarnai pemasangan celana dalam wanita pada pagar Pendopo, (17/6/2026).
Para demonstran merasa kecewa karena Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rahmat Yanuar, MSi, tidak hadir saat peserta aksi menyampaikan aspirasinya.Hanya Kasat Reskrim yang menerima perwakilan aksi masa.
Atas dasar kekecewaan tersebut, Korakap berencana menggelar aksi lanjutan pada pekan depan dengan jumlah peserta yang lebih banyak.
Dadang mengklaim bahwa Korakap memiliki data terkait dugaan keterlibatan seorang pejabat teras dan lima aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam kasus perselingkuhan
“Tuntutan kami hanya ingin Bupati Kuningan memanggil pejabat dan ASN yang diduga terlibat untuk memberikan klarifikasi secara terbuka. Jika terbukti melakukan pelanggaran, kami meminta agar diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Dadang.
Ia menilai ASN sebagai aparatur yang digaji oleh negara dan memiliki tanggung jawab menjaga etika serta moral sebagai pelayan publik.
Dadang juga menduga bahwa jika perilaku tersebut dibiarkan, dapat berdampak buruk terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah.
“Intinya, Kuningan sedang menghadapi persoalan etika dan moral dalam pelayanan publik. Kami ingin daerah ini bersih dari praktik-praktik yang melanggar etika,” katanya.
Menurutnya, Korakap telah menyiapkan sejumlah data, termasuk dokumentasi dan informasi yang diklaim berkaitan dengan dugaan kasus tersebut. Data tersebut, kata dia, akan diserahkan langsung kepada Bupati Kuningan.
“Kami ingin melihat respons dan langkah apa yang akan diambil Bupati setelah menerima data yang kami miliki. Jika tidak ditindaklanjuti, tentu masyarakat akan menilai sendiri,” pungkasnya.
(Deden sanjaya)
