SULSELBATRA-SULUTENGGO

Setelah Penantian 5 Tahun, Desa Raja dan Pammesakang Akhirnya dapat Proyek Penguatan Tebing

Luwu, 17 Juli 2025,Media.K-PK

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Harapan dua desa di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, untuk mendapatkan perlindungan dari ancaman abrasi dan longsor akhirnya terwujud. Setelah melalui proses panjang sejak tahun 2020, Desa Raja dan Desa Pammesakang resmi ditetapkan sebagai lokasi pembangunan proyek penguatan tebing (talud) oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu.

Penentuan titik koordinat pembangunan talud ini dilakukan dalam rapat bersama yang digelar di Balai Desa Raja, Kamis (17/7). Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Raja, Tawakkal, serta dihadiri oleh sejumlah pihak penting, antara lain Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Tenriesa, Sekretaris BPBD Aminuddin Alwi, Kabid Teknis PUPR Dani, Camat Bua Satti, SE, Kades Pammesakang Kisman, S.Pd, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat dari kedua desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Raja, Tawakkal, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memperjuangkan usulan ini selama lima tahun terakhir.

“Kami bersyukur akhirnya pembangunan talud terealisasi. Ini adalah perjuangan panjang sejak tahun 2020. Kami minta masyarakat mendukung sepenuhnya proses pekerjaan ini. Jika ada kendala, segera sampaikan kepada pemerintah desa agar tidak menghambat pembangunan,” tegasnya.

Kepala BPBD, Andi Tenriesa, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran membuat pekerjaan talud tahun ini hanya mencakup sepanjang 600 meter, terbagi dalam empat segmen — dua segmen di Desa Raja dan dua segmen di Desa Pammesakang

“Meski belum bisa menyentuh semua titik rawan, kami pastikan sisanya tetap menjadi prioritas dalam perencanaan tahun berikutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bua, Satti, SE, meminta para kepala desa untuk aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama yang tinggal di tepi sungai, terkait proses pembangunan dan keterbatasan pemerintah.

“Kami tahu masih banyak desa di Luwu yang butuh talud. Namun kami bangga, Bua mendapatkan perhatian khusus. Mari kita jaga dan dukung bersama agar proyek ini berjalan lancar,” ujar Camat.

Kepala Desa Pammesakang, Kisman, S.Pd, dalam sambutannya berharap agar proyek ini bisa memberdayakan tenaga lokal.

“Di desa kami banyak tukang dan buruh yang siap bekerja. Kami harap kontraktor bisa melibatkan mereka agar manfaat proyek ini semakin terasa langsung oleh masyarakat,” harapnya.

Pihak konsultan teknis menjelaskan bahwa pembangunan talud terbagi dalam empat segmen prioritas berdasarkan hasil survei dan pemetaan titik rawan abrasi.dalam empat segmen, dua segmen di Desa Raja (327 meter) dan dua segmen di Desa Pammesakang (273 meter). Pelaksanaan pekerjaan direncanakan segera dimulai dalam waktu dekat setelah proses penetapan lokasi selesai.
(Basman)

error: Content is protected !!