NTT-NTB-TIMUR

Berita Terkonfermasi : Pimpinan SMA Negeri Siwalima Ambon, Resmi Angkat Suara Sekaligus Klatifikasi Atas Pemberitaan Beredar

Ambon. MediaKPK.Co.Id.,


Kepala SMA Negerii Siwalima Ambon, La Sini La Haya, S.Pd, secara resmi angkat bicara dan memberikan klarifikasi atas pemberitaan di salah satu media online terkait dugaan penganiayaan terhadap siswa junior.

Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi internal pihak sekolah, informasi yang diberitakan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri Siwalima Ambon La Sini La Haya, S.Pd kepada Media ini di ruang kerja Kamis 10/9/2026.

Menurutnya, pihak sekolah mengakui bahwa telah terjadi pembinaan berlebihan yang dilakukan oleh kakak – kakak kelas kepada adik – adik kelas. Sekolah menegaskan, hal tersebut merupakan pelanggaran dan menjadi perhatian serius bagi pimpinan dan para dewan guru.

“Mereka yang terlibat dalam kegiatan pembinaan tersebut telah kami berikan sanksi tegas dan serius sesuai peraturan sekolah yang berlaku,” tegas Pimpinan SMA Negeri Siwalima Ambon.

Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pemaksaan, kekerasan, penganiayaan, maupun praktik senioritas sebagaimana narasi yang dibangun dalam pemberitaan tersebut.

Faktanya, yang paling penting, Wali Kelas telah melakukan konfirmasi langsung kepada orang tua siswa yang inisial namanya disebutkan dalam pemberitaan yang beredar.

“Jawaban orang tua sangat jelas. Anaknya tidak pernah divisum dan orang tua tidak pernah melakukan pelaporan apalagi kepada media. Sehingga kebenaran berita tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Kepsek menegaskan, SMA Negeri Siwalima Ambon tidak pernah membenarkan adanya kekerasan, pemaksaan merokok, apalagi penganiayaan ataupun tindakan yang merendahkan martabat dan privasi peserta didik.

“Setiap pelanggaran siswa langsung kami tangani secara serius, arif dan bijak melalui proses pembinaan sesuai ketentuan peraturan sekolah yang berlaku,” tambahnya.

Di akhir klarifikasinya, pihak sekolah sangat menyayangkan adanya pemberitaan tanpa konfirmasi.

“Kami sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta. Kami berharap setiap informasi terkait sekolah dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah, agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh, akurat, terpercaya, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.*

( MNP. 01)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1
Banner Iklan 2