JABAR-JATENG-D.I.Y

Milangkala Desa Cipedes Menapaki Usia Ke-475 Mengangkat Pepatah Sunda “hana nguni hana mangke,tan hana nguni tan hana mangke”

KUNINGAN Mediakpk.co.id–

Empat abad lebih bukan sekadar rentang waktu yang pendek bagi Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Memasuki usia ke-474 pada Minggu, 6 September 2026, desa bersejarah ini memperingati hari jadinya lewat perpaduan doa bersama, pementasan wayang golek, dan refleksi terhadap arah pembangunan desa.

Perayaan milangkala kali ini diposisikan warga dan pemerintah desa bukan sekadar sebagai pesta rakyat tahunan. Dengan mengangkat pepatah Sunda “hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke” adanya masa kini karena ada masa lalu, momentum ini menjadi ruang untuk menengok kembali fondasi yang telah diletakkan para pendahulu.

Peringatan hari jadi ini memuat empat tujuan utama: ungkapan rasa syukur, permohonan keselamatan dan keberkahan, doa bagi para sesepuh perintis desa, serta wadah evaluasi diri (introspeksi) terkait sejauh mana jalannya roda pemerintahan desa telah memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Sebagai puncak syukuran, warga menyuguhkan helaran kesenian wayang golek. Pagelaran ini digelar sebagai wujud komitmen ngamumule kebudayaan Sunda warisan leluhur. Pertunjukan wayang golek tak hanya berfungsi sebagai tontonan, melainkan juga tuntunan, media pendidikan budi pekerti, cerminan watak manusia, serta penyampai pesan moral dan agama bagi masyarakat.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang hadir langsung di tengah warga Desa Cipedes, menyampaikan apresiasi atas ketahanan sosial desa yang melintasi usia ratusan tahun tersebut. Ia menyoroti bahwa kekompakan dan kepedulian warga adalah nyawa yang menghidupkan Cipedes hingga hari ini.

“Milangkala bukan sekadar momen untuk mengenang sejarah, tetapi makna terpenting dari acara ini adalah meningkatkan kecintaan kita terhadap desa, diiringi introspeksi, refleksi, dan evaluasi sejauh mana penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan memberi manfaat nyata,” tutur Bupati Dian.

Lebih lanjut Bupati Dian juga menegaskan, kemajuan Desa Cipedes tidak semata-mata ditentukan oleh kucuran anggaran, melainkan oleh kekuatan gotong royong dan keswadayaan warganya. Dari modal sosial inilah, Desa Cipedes diharapkan mampu mengawal program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, perbaikan infrastruktur, hingga ekonomi kerakyatan.

Menatap masa depan, peringatan usia 474 tahun ini juga dicanangkan sebagai pijakan untuk mencetak generasi muda berkarakter melalui filosofi kearifan lokal Sunda, Panca Waluya (cageur, bageur, bener, pinter, singer). Melalui bekal karakter sehat lahir-batin dan cekatan tersebut, Desa Cipedes bertekad untuk terus adaptif menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

( Deden sanjaya )

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1
Banner Iklan 2