Jambi Membara, GRIB Jaya Gelar Aksi Besar-besaran Desak Penutupan Tambang Ilegal
Jambi Membara, GRIB Jaya Gelar Aksi Besar-besaran Desak Penutupan Tambang Ilegal

JAMBI – MEDIA K-PK — Ratusan anggota organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Gubernur Jambi.
Aksi tersebut merupakan bentuk desakan kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan terhadap dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Jambi.

Di bawah komando Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, khususnya terkait dugaan aktivitas pertambangan batu bara, emas, serta pertambangan minyak atau drilling yang disebut tidak mengantongi izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam orasinya, GRIB Jaya meminta Gubernur Jambi Al Haris bersama Kapolda Jambi segera melakukan langkah konkret untuk menghentikan aktivitas pertambangan yang diduga ilegal.
Massa juga menyoroti dugaan adanya kegiatan pertambangan batu bara yang tetap beroperasi meskipun masa berlaku Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau perizinan lainnya diduga telah berakhir.
Selain itu, GRIB Jaya menilai aktivitas pertambangan emas ilegal semakin marak dan meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, serta instansi terkait tidak tinggal diam terhadap persoalan tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa mengaitkan dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin dengan ketentuan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba).
Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi dalam orasinya mendesak Gubernur Jambi dan Kapolda Jambi segera melakukan penertiban serta menutup aktivitas pertambangan yang terbukti tidak memiliki izin atau melanggar ketentuan hukum.
“Jika Gubernur Jambi dan Kapolda Jambi tidak mampu menutup tambang-tambang ilegal, sebaiknya mengundurkan diri demi kepentingan masyarakat Jambi. Langkah tersebut lebih terhormat daripada harus diberhentikan secara paksa,” demikian salah satu poin tegas yang disampaikan dalam orasi massa.
GRIB Jaya juga menyatakan tidak akan berhenti pada aksi kali ini. Apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pemerintah dan aparat penegak hukum, massa mengancam akan kembali mendatangi Kantor Gubernur Jambi dengan jumlah massa yang lebih besar dalam aksi demonstrasi jilid III.
“Salam Komando,” tegas massa aksi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Provinsi Jambi maupun Polda Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait seluruh dugaan dan tuntutan yang disampaikan massa GRIB Jaya tersebut.
(RA)

