Hadapi Ancaman Kekeringan, Masyarakat Harap PDAM dan Damkar Ikut Suplai Air ke Irigasi
Liwu.Media.K-PK
Langkah Polres Luwu yang memanfaatkan kendaraan water cannon untuk menyuplai air ke saluran irigasi pertanian mendapat apresiasi dari masyarakat. Upaya tersebut dinilai sangat membantu petani yang mulai menghadapi keterbatasan pasokan air akibat kondisi cuaca dan minimnya curah hujan.
Masyarakat berharap Perumda Air Minum (PDAM) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu dapat ikut turun tangan dengan memanfaatkan armada yang dimiliki untuk membantu menyuplai air ke saluran irigasi yang mengalami kekurangan pasokan.
Keterlibatan PDAM dan Damkar dinilai sangat penting karena kedua instansi tersebut memiliki kendaraan dan sarana pendukung yang dapat digunakan untuk mendistribusikan air ke wilayah yang membutuhkan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan di satu wilayah, tetapi dapat diperluas ke sejumlah daerah yang kondisi irigasinya mulai mengalami kekurangan air.
Dengan demikian, petani yang berada di wilayah rawan kekeringan dapat memperoleh bantuan pasokan air secara lebih merata.
Masyarakat menilai, jika Polres Luwu dapat mengambil langkah cepat dengan mengerahkan water cannon untuk membantu mengisi saluran irigasi, maka pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan dapat melakukan hal yang sama sesuai dengan kewenangan dan sarana yang dimiliki.
Kolaborasi antara Pemda Luwu, Polres Luwu, PDAM dan Damkar dinilai akan membuat penanganan kekurangan air menjadi lebih maksimal. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelompok tani juga dapat dilibatkan untuk memetakan lokasi persawahan yang membutuhkan pasokan air.
Masyarakat berharap distribusi air dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama di wilayah yang saluran irigasinya sudah mengalami kekeringan dan tanaman pertanian mulai membutuhkan pasokan air tambahan.
Bantuan air tersebut diharapkan menjadi langkah darurat untuk menjaga lahan pertanian masyarakat agar tetap mendapatkan pasokan air sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal.
Petani juga berharap pemerintah tidak menunggu sampai kondisi kekeringan semakin parah. Pemantauan terhadap debit air pada saluran irigasi perlu dilakukan secara berkala sehingga bantuan dapat segera diberikan ketika ditemukan wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
Apresiasi pun disampaikan kepada Polres Luwu yang telah menunjukkan kepedulian dengan turun langsung membantu masyarakat. Namun, masyarakat berharap langkah tersebut dapat diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Luwu, khususnya PDAM dan Damkar, dengan mengerahkan armada yang tersedia untuk membantu pendistribusian air ke saluran irigasi pertanian.
Dengan keterlibatan seluruh pihak, ancaman kekeringan diharapkan dapat diantisipasi lebih dini sehingga petani tetap dapat mengolah lahan dan risiko gagal panen akibat kekurangan air dapat ditekan.(Basman)

