Pabrik Plastik di Bantargebang Teror Warga dengan Bau Busuk Menyengat!! , Ketua Aing Turun Gunung
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
KOTA BEKASI | mediakpk.co.id – Udara segar tampaknya telah menjadi barang mewah bagi warga yang tinggal di belakang pabrik pengolahan plastik bekas di Jalan Pangkalan 2, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Aroma busuk yang menyengat, diduga kuat berasal dari aktivitas pemrosesan limbah plastik, kini meneror kesehatan dan kenyamanan ratusan kepala keluarga.
Kondisi pemukiman warga yang padat dan menempel persis di dinding belakang pabrik membuat kepulan aroma tak sedap itu terperangkap, mersek ke dalam ruang rumah-rumah warga hingga memicu gelombang protes keras
”Bau Banget Sampai Muntah!”
Tim investigasi di lapangan mendapati keluhan yang nyaris seragam dari masyarakat setempat. Rasa frustrasi warga sudah berada di ubun-ubun akibat polusi udara yang ditimbulkan oleh aktivitas industri tersebut.
”Bau banget ampe muntah, engga mikirin warga itu pabrik plastik,” tukas seorang warga setempat dengan nada ketus saat ditemui, Sabtu (20/6/2026). Demi alasan keamanan, ia meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga mengaku, aktivitas sehari-hari mereka terganggu total. Jangankan untuk menikmati makanan, untuk sekadar bernapas secara normal di dalam rumah sendiri pun kini menjadi perjuangan yang menyiksa.
Respons Cepat Ketua Pokja Wartawan Bantargebang.
Mendengar jeritan warga yang kian memprihatinkan, Suryono, ST, yang akrab disapa ‘Ketua Aing’, selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Bantargebang langsung bergerak sigap mendatangi lokasi pabrik pengolahan plastik bekas tersebut.
Namun, ada pemandangan ganjil saat pemantauan lapangan dilakukan. Pabrik dalam keadaan tertutup rapat seolah membatasi akses dari luar. Meski demikian, dinding tinggi pabrik tak mampu menyembunyikan “dosa” polusi udara yang dihasilkan. Bau busuk yang menusuk hidung tetap tercium sangat pekat dari luar area luar.
Menyaksikan langsung penderitaan warga dan mencium sendiri bau menyengat tersebut, Suryono menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sebagai bagian dari pers, fungsi kontrol sosial harus ditegakkan demi membela hak-hak hidup sehat masyarakat.
Desak Mediasi: Menggalang Kekuatan Tiga Pilar dan Dinas LH
Suryono ‘Ketua Aing’ mendengarkan setiap keluh kesah warga dengan seksama. Sebagai jurnalis yang peka terhadap isu sosial di wilayahnya, beliau langsung memberikan saran taktis agar masalah ini segera dicarikan solusi konkret melalui jalur mediasi resmi antara warga dan pemilik pabrik.
”Kenyamanan warga terutama kesehatan harus di utamakan, fungsi saya sebagai kontrol sosial masyarakat terutama ini ada di wilayah Bantargebang, maka saya akan dampingi,” tegas Suryono ‘Ketua Aing’, Sabtu (20/6/2026).
Sebagai Ketua Pokja Wartawan Bantargebang, beliau menyatakan siap mengawal kasus ini dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengusut tuntas legalitas serta pengelolaan limbah pabrik. Langkah mediasi yang diusulkan akan melibatkan:
Pemangku Wilayah: Camat Bantargebang dan Lurah Sumur Batu.
Aparat Keamanan: Babinsa dan Bimaspol untuk menjaga kondusivitas.
Otoritas Lingkungan: Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi untuk menguji kadar polusi.
”Segala permasalahan pasti ada jalan keluar, selagi semua pihak mau duduk bersama. Nanti saya akan berkoordinasi dengan para pemangku jabatan di wilayah untuk bisa menyelesaikan masalah ini,” tutup ‘Ketua Aing’.
Hingga berita investigasi ini ditayangkan, pemilik maupun manajemen pabrik pengolahan plastik bekas di Jalan Pangkalan 2 tersebut belum bisa memberikan keterangan resmi terkait protes warga.
Tim Redaksi bersama Pokja Wartawan Bantargebang masih terus menggali informasi mendalam dan menelusuri asal muasal sumber bau busuk yang menyengat yang telah menimbulkan keresahan massal ini. (DN)
