Kebohongan Baru Kades Galuga! Ngaku Mobil Siaga ‘Gercep” Buat 600 Omperengan Posyandu, Bukan untuk Rujukan.
Cibungbulng BOGOR, Media K-PK
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kepepet, alasan pun berubah-ubah.Setelah ketahuan Mobil Siaga “BOGOR GERCEP” parkir di SPPG HSHK13H*, Kades Galuga [E S) Kades] akhirnya buka suara di Kantor Desa Galuga.
Kali ini Kades berkilah:
Mobil tersebut HANYA digunakan untuk membawa omprengan B3 Desa Galuga. B3 itu Bumil, Balita, Ibu menyusui, Lansia. Ada 600 ompreng tiap kegiatan Posyandu”* ujarnya ke K-PK.
BERHENTI SEJENAK.
Sejak kapan Mobil Siaga yang dibeli dari Dana Desa dan diatur *Permenkes No. 43 Tahun 2016 fungsinya jadi *mobil catering Posyandu*? (SPPG)
“Ini ngawur! Mobil Siaga itu untuk gawat darurat, rujukan, persalinan. Bukan buat angkut nasi kotak 600 biji. Mau ada warga kritis tengah malam, mau nunggu mobilnya balik dari Posyandu dulu?”.
Fakta di lapangan: Foto K-PK membuktikan mobil itu terparkir di SPPG bukan di titik Posyandu.
Artinya 3 kebohongan dalam 2 hari:*
- Hari 1 Diduga buat SPPG
- Hari 2: Ngaku buat B3 = Posyandu 600 ompreng
- FaktaMobil nongkrong di SPPG
K-PK DESAK:
- Dinkes Kab. Bogor*: Benar tidak ada aturan Mobil Siaga boleh untuk Posyandu?
- Camat & PJ Gizi Kec. Cibungbulang*: Tahu atau ikut merestui?
- Inspektorat: Audit berapa liter BBM habis untuk 600 ompreng itu?
K-PK tegaskan: Nyawa warga tidak bisa ditukar dengan 600 kotak nasi.
Hal ini layak diusir tuntas.. Apapun alasan mobil sianga Desa jelas peruntukan nya dan ada SOP dalam penggunaannya.
Mobil operasional Badan Gizi Nasional (BGN) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) umumnya berupa mobil boks atau mobil niaga ringan (seperti Daihatsu Grand Max atau jenis pikap modifikasi boks) yang dilengkapi logo resmi BGN/SPPG. Mobil ini dikhususkan untuk mendistribusikan paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) .
Hal ini tentunya lanyak diusut sampai tuntas ada apa dengan sppg yang didesa Galuga, sehingga bebas mempergunakan mobil siaga desa untuk , antar jemput SPPG.
Selain dari pada itu harta kekayaan Kepala Desa tidak lepas dari sorotan,yang didunga meningkat yang sangat fantastis, setelah menjadi kepala Desa. Hal tersebut layak di periksa agar terang benderang.
(Arifin lubis.)

