PWNU Maluku Angkat Suara : Rafli Bufakar “DIBACOK” Saat Mau Lapor Polisi, Diduga Ada Skenario Dibalik “PESTA JOGET” Dusun Tanah Goyang
Ambon. MediaKPK.Co.Id.,
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Jalan Damai Diblokir Parang., PWNU Maluku, menyampaikan
mengutuk sekeras-kerasnya aksi pembacokan terhadap Rafli Bufakar, S.H., M.H., kader IKA – PMII Kabupaten seram bagian barat,
Sahabat Rafli adalah salah satu Penasihat Hukum PCNU dan PC.IKA – PMII Kabupaten Seram Bagian Barat.
Menurut Informasi yang dapat Saat itu ia bersama kepala Dusun Tanah Goyang Jusmin Papalia, Kepala Pemuda Sardi Loilatu dan salah staf Amir Rahayaan, mau melaporkan ke Pos Polisi Sub Sektor Laala, pasca pedta Joget dan Keinginan besar untuk memediasi perselisihan yang terjadi pesta joget di Dusun Tanah Goyang.
Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat, ini kronologis awal untuk melaporkan permasalahan yang baru selesai di pesta joget.
Langkah bijak ini, tentu harus diapreasiasi, bukan membuat persoalan baru, niat baik Rafli Bufakar, Kepala Dusun dan Kepala pemuda, serta salah satu staf dusun sangat baik. Nanun dalam perjalanan
menuju hukum justru dihadang selompok pemuda berkenderaan sepeda motor, ada 4 – 5 kendaraan yang bergoncengan dan jelas membawah
senjata tajam berjenis Parang, berdasarkan informasi drai Rafli.bahwa sekelompok pemuda ini berasal dari Desa Ariate Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat, kepada awak media, Sahrir Rumluan, S.Fil.I, Sekretaris Wilayah Nahdlatul Ulama menyampaikan bahwa PWNU Maluku mengawal sampai Kasus tuntas keakar- akarnya, Jum’at 5/6/2026.
Menurutnya Niat baik ini dibalas dengan kekerasan. Ini sebuah penghinaan terhadap akal sehat dan saat penyerangan oleh sekelompok pemuda dari Desa Ariate ini, menghalangi perjalanan mereka dan sasaran sekelompok pemuda ini adalah Rafli Bufakar.
Sekretaris PWNU Sahrir Rumluan menilai kejadian ini. Diduga sudah terdesain rapi, sehingga saat kejadian itu Rafli lah yang menjadi Korban pembacokan berulang – ulang di Wajah, Tangan, Jari dan beberapa disebagian badan.
Peristiwa ini terjadi pada Hari Sabtu 30 Mei 2026, dan saat ini, Rafli dalam perawatan Intensif di Rumah Sakit di Ambon,,” Ujarnya.
“Ia menilai, perlakuan kepada Rafli Bufakar, adalah perbuatan yang mengkotori hubungan Kemanusiaan, persaudaraan, persahabatan, dan tolreransi sesama anak negeri di bumi Saka Mese Nusa dan diatas Tanah para Raja umumnya,”Kata Sekwil.
Oleh karena itu PWNU Maluku dan seluruh Warga besar Nahdliyyin di maluku dan Kabupaten seram bagaian barat, menyatakan mengutuk sekeras – kerasnya tindakan pembacokan menimpah sahabat kami Rafli Bufakar, yang dilakukan oleh sekelompok Pemuda yang datang dari Desa Ariate Kecamatan Huamual.
PWNU Maluku melalui Sekretaris Wilayah menyatakan bahwa Dugaan kami, ini adalah sebuah skenario yang terdesain secara masif oleh pihak tertentu atau Aktor intelektual, untuk melakukan pembunuhan kepada Rafli Bufakar.Di tengah perjalanan menuju Pos Polisi Subsektor Laala.,” Petiknya.
“Saat yang sama rombongan Rafli berpapasan dengan sekelompok pemuda yang datang dari Desa Ariate ini, Tanpa peringatan, serangan langsung diarahkan dan Bacokan difokuskan ke Rafli, Informasi ini diambil dari Rafli dan pihak tertentu, disaat menjeguk Rafli, dalam perawatan intensif , karena luka serius.
“Fakta ini menelanjangi satu hal, ini bukan bentrokan antar warga Desa atau Dusun secara spontan, tetapi niat pembunuhan yang terarah, terencana yang benar- benar masif, jika dilihat kronologis saat terjadi saat itu.,” katanya.
PWNU Maluku, meminta dan mendesak Kapolda maluku, secepatnya mengambil langkah bijak agar pelaku yang menurut informasi sudah ditanan satu orang, Insyaallah penyidik dengan berbagai strategi dan keilmuan khusus dalam penyilidikan dan penyidikan dapat membaca sepenuhnya pelaku yang satu ini, bisa membuka diri dan membertahukan semua teman – temannya yang terlibat langsung serta aktor utama dalam skenario rencana pembunuhan Rafli Bufakar.,” Desak Sekwil NU Maluku.
Ia menambahkan dugaan keras adanya skenario di balik peristiwa ini, sementara pesta joget hanyalah pemicu di permukaan…!
Pertanyaan kuncinya, siapa yang tahu pasti Rafli, Kepala Dusun, Kepala Pemuda dan salah satu staf akan lapor ke polisi Subsektor Laala…?, ini pertanyaan besar untuk membongkar samapi ke akar- akarnya, dan Siapa yang menentukan titik hadang di jalan menuju Pos Polisi di Laala……..????
Jika penghadangan terjadi tepat saat korban menuju pos polisi, maka jelas ada pemetaan, ada perintah, ada aktor intelektual, motif seperti ini tentu masuk akal dan dalam dugaan kami ada Aktor….?,” tegas Sekwil NU Maluku.
Oleh karena itu permintaan dan desakan PWNU Maluku kepada Bapak Kapolda Maluku selaku pucuk pimpinan Kepolisian Daerah ini dan Kapolres Kabupaten Seram Bagian Barat secepatnya mengambil langkah tegas, cepat, senyap, baik itu secara internal maupun secara prubadi, kami yakinlah Kedua pucuk pimpinan ini, Kapolda maluku naupun kapolres Seram bagian barat punya keilmuan tersendiri, sehingga harapan kita semua kasus ini, segera terungkap ke publik baik secara lokal maupun Masional, Warga Jam’iyyah Nadlatul Ulama tidak tinggal diam atas peristiwa ini dimana korban adalah warga Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.,”kata Ulama muda ini.
Selanjutnya Sekwil NU Maluku, mempertanyakan masa interval waktu dari 30 mei 2026 – 5 Juni 2026, berarti kurang lebih seminggu, masa penangkapan baru 1 (satu) pelaku, dimana kerja kepolisian di Seram bagian barat selama seminggu ini,” Tanya Sekwil PWNU Maluku.
Sementara Sekwil baru mengetahui kalau Rafli Bufakar adalah Sekretaris Dusun Tanah Goyang, selain Kader IKA-PMII. Nah dengan demikian jika sudah menyerang Sekretaris Dusun, itu sama dengan Menyerang Negara, karena pekerjaannya adalah melayani warga masyarakat di tingkat Dusun dalam struktur pemerintahan terkecil setelah Desa atau Negeri.
Publik harus tahu, Rafli bukan warga biasa.,Ia Sekretaris Dusun Tanah Goyang yang adalah perpanjangan tangan negara di tingkat yang paling bawah dalam struktur Pemerintahan Negara terkecil di negara dan mengetahui secara detail warganya.
Ia juga adalah kader Alumni Ikatan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( IKA – PMII) yang adalah Badan Otonom Nahdlatul Ulama (BANOM NU)
yang tugasnya menyambung kebenaran tentang persoalan hukum.
Nah karena itu menyerang Rafli saat ia menjalankan fungsi negara sama artinya para pemuda ini, sudah nyata – nyata menantang Wibawa hukum Negara dan kalau sekretaris Dusun saja tidak aman saat mau lapor polisi, maka tentu rasa aman warga biasa ada di ujung tanduk.,” Jelas Kiyai Sahrir, Sekwil PWNU Maluku.
Di akhir penutup Ulama muda ini, mengangakat kedua tangan dan memohon oertolongan dan akhir kata Insyaallah, permintaan dan Desak PWNU kepada Cak Dadang Bapak Kapolda maluku, Insyaallah, Insyaallah dan Insyaallah di dengar suara Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, karena konon kabarnya Bapak Kapolda Maluku, beliau juga adalah Ulama, Insyaallah didengar,lah suara permintaan PWNU Maluku untuk Usut tuntas siapa aktor intelektual yang merancang skenario ini dan Bongkar siapa dalang di balik pesta joget berdarah dan penghadangan di jalan Laala kecamatan Huamual kabupaten seram bagaian barat, kami tidak butuh konferensi pers, kami butuh borgol untuk membuktikan kepada publik di maluku umumnya, khususnya di kabupaten seram bagian barat dan secepatnya berkas P21.,” Tutupnya.
(MNP.)

