PPI Balambang Mulai Dimanfaatkan Nelayan, Fasilitas Penunjang Diharapkan Segera Dilengkapi.
Luwu.Media.K-PK
Keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Balambang di Desa Raja, Kabupaten Luwu, mulai memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat nelayan. Sejumlah nelayan setempat telah memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendaratkan hasil tangkapan mereka. Bahkan, nelayan dari luar Desa Raja juga terkadang memilih PPI Balambang sebagai tempat pendaratan hasil tangkapan.
Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa PPI Balambang memiliki potensi untuk berkembang sebagai fasilitas penunjang kegiatan perikanan masyarakat pesisir. Keberadaannya diharapkan dapat memudahkan nelayan dalam melakukan aktivitas pendaratan ikan, sekaligus mendukung kelancaran distribusi hasil tangkapan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Namun, di balik mulai berfungsinya fasilitas tersebut, masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi nelayan. Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang menjadi perhatian, terutama menyangkut ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, es balok, dan air bersih.
Selain itu, kondisi pelataran PPI Balambang yang belum dilengkapi tangga juga menjadi kendala tersendiri bagi nelayan. Ketika air laut sedang surut, nelayan mengalami kesulitan untuk membongkar dan menurunkan hasil tangkapan dari perahu menuju pelataran pangkalan.
Situasi tersebut membuat nelayan berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah agar fasilitas yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan mampu menunjang kebutuhan mereka dalam menjalankan aktivitas perikanan sehari-hari.
Salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Baso mengungkapkan bahwa keberadaan PPI Balambang sebenarnya sangat membantu masyarakat. Namun, menurutnya, masih ada beberapa kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi agar kegiatan nelayan dapat berjalan lebih lancar.
“ Nelayan terkendala tangga, air, dan fasilitas lainnya, termasuk BBM dan es balok,” ungkap Baso.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan, dapat memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan tersebut.
Menurutnya, kelengkapan sarana dan prasarana bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan nelayan saat mendaratkan hasil tangkapan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas usaha perikanan.
Ketersediaan solar, misalnya, menjadi salah satu kebutuhan penunjang operasional nelayan. Sementara es balok diperlukan untuk membantu menjaga kesegaran hasil tangkapan sebelum didistribusikan atau dipasarkan. Adapun ketersediaan air bersih diharapkan dapat menunjang kebutuhan aktivitas di kawasan pangkalan.
Di sisi lain, keberadaan tangga pada pelataran PPI juga dinilai penting untuk memudahkan nelayan menjangkau area pendaratan, terutama saat permukaan air laut mengalami surut.
Harapan agar fasilitas PPI Balambang segera dilengkapi tidak hanya datang dari kalangan nelayan, tetapi juga dari pelaku usaha yang melihat peluang ekonomi dari keberadaan pangkalan tersebut.
Hal yang sama disampaikan Syaiful, sekaligus pemilik Bagang yang sudah beroperasi satu unit di PPI Balambang.
Ia bahkan berencana membawa semua bagang miliknya yang saat ini berada di Kalimantan ke PPI Balambang apabila sarana dan prasarana yang dibutuhkan telah tersedia.
“Saya sudah punya bagang yang bersandar di PPI Balambang. Saya juga berencana membawa bagang saya yang dari Kalimantan apabila sarana dan prasarana tersebut sudah ada,” ungkap Syaiful.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya potensi pengembangan aktivitas perikanan di PPI Balambang. Dengan fasilitas yang lebih memadai, pangkalan ini diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh nelayan Desa Raja, tetapi juga dapat menarik minat nelayan dan pelaku usaha perikanan dari wilayah lain.
Dengan meningkatnya aktivitas di PPI Balambang juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk pelaku UMKM yang bergerak di bidang perdagangan ikan dan usaha pendukung sektor perikanan lainnya.(Basman)

