Uncategorized

1.201 Pengunjung Padati Alam Citumang Pangandaran, Body Gate dan Dua Camping Ground Disiapkan

 

 

PANGANDARAN, Media KPK — Destinasi wisata alam Citumang Body Rafting di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus berbenah untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisata. Pada Minggu (11/10/2026), jumlah kunjungan tercatat mencapai 1.201 orang.

Di tengah tingginya minat wisatawan, pengelola mulai menyiapkan sejumlah fasilitas baru, di antaranya sistem akses otomatis Body Gate serta dua area camping ground yang direncanakan dapat menampung sekitar 60 hingga 70 orang.

Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik Citumang sebagai destinasi wisata alam. Tidak hanya menawarkan sensasi body rafting menyusuri aliran sungai, kawasan ini juga diarahkan untuk menghadirkan pilihan aktivitas wisata yang lebih beragam.

Body Gate Disiapkan untuk Menata Akses Pengunjung

Supervisor Citumang Body Rafting, Edi Riadi, mengatakan bahwa sistem Body Gate dirancang untuk mendeteksi pengunjung yang memasuki kawasan wisata melalui mekanisme akses otomatis.

“Jadi nanti pengunjung itu terdeteksi semua melalui sistem Body Gate,” ujar Edi, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, sistem tersebut akan menerapkan mekanisme buka-tutup yang disesuaikan dengan proses keluar-masuk pengunjung.

Dengan adanya sistem ini, pendataan wisatawan diharapkan menjadi lebih teratur. Selain itu, pengelola dapat meningkatkan efektivitas pengawasan akses sehingga pengelolaan kawasan wisata bisa berjalan lebih tertib.

Meski demikian, sistem Body Gate tersebut masih dalam tahap persiapan dan belum diumumkan jadwal pasti pengoperasiannya.

Dua Camping Ground Disiapkan, Kapasitas hingga 70 Orang

Selain pembenahan akses, pengelola juga menyiapkan dua lokasi camping ground bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam Citumang lebih lama.

Lokasi pertama berada di sekitar Curug Dori dengan perkiraan kapasitas 20 hingga 30 orang. Sementara itu, lokasi kedua berada di bagian ujung kawasan wisata, tidak jauh dari kolam renang, dengan kapasitas sekitar 40 orang.

Jika terealisasi sesuai rencana, kedua lokasi tersebut dapat menampung sekitar 60 hingga 70 orang secara keseluruhan.

Edi Riadi menjelaskan, persiapan lahan telah mulai dilakukan, termasuk membersihkan area yang akan digunakan sebagai tempat berkemah.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan memberikan pilihan baru bagi wisatawan. Pengunjung nantinya tidak hanya dapat menikmati aktivitas body rafting, tetapi juga berkesempatan berkemah dan merasakan suasana alam Citumang dalam waktu yang lebih lama.

Musala dan Sistem Peringatan Dini Telah Tersedia

Dari sisi fasilitas pendukung, Citumang Body Rafting juga telah dilengkapi musala dan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini.

Keberadaan EWS menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keselamatan wisatawan, khususnya dalam mengantisipasi potensi perubahan kondisi alam yang dapat memengaruhi aktivitas wisata sungai.

Sebagai destinasi wisata berbasis alam, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian seiring dengan pengembangan fasilitas dan meningkatnya jumlah kunjungan.

Karena itu, penataan akses, kesiapan area berkemah, serta pemeliharaan fasilitas keselamatan diharapkan berjalan seiring agar wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas dengan lebih nyaman.

Hingga Minggu (11/10/2026), sistem Body Gate dan dua area camping ground masih dalam tahap persiapan. Pengelola belum mengumumkan jadwal pasti pengoperasian fasilitas tersebut.

Dengan berbagai rencana pengembangan itu, Citumang Body Rafting diharapkan semakin memperkaya pilihan wisata di Kabupaten Pangandaran, mulai dari petualangan menyusuri sungai hingga berkemah di tengah suasana alam.

Susanti

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1
Banner Iklan 2
Banner Iklan 3