Hadiri Forum Smart ProvinceJabar 2026 Secara Daring Pemkab Indramayu Dukung Akselerasi Ekosistem Digital
Indramayu,mediakpk.co.id. —
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mempercepat langkah transformasi digital melalui Forum Smart Province Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di Bandung pada Selasa (06/10/2026).
Forum ini menandai pergeseran paradigma dari sekadar pembuatan aplikasi menuju Digital Government (Pemerintah Digital) terintegrasi yang berfokus pada integrasi data, efisiensi birokrasi, dan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kemenkomdigi RI, Aris Kurniawan, menegaskan fokus transformasi digital nasional hingga 2045.
“Arah transformasi digital nasional hingga 2045 tidak lagi berfokus pada sistem yang terfragmentasi, melainkan pada integrasi layanan publik berbasis siklus hidup (life-cycle service delivery). Pendekatan ini menerapkan Once Only Principle, di mana masyarakat hanya perlu menginput data satu kali untuk mengakses berbagai layanan publik melalui akses masuk tunggal (Single Sign-On),” tegas Aris Kurniawan.ya Turut hadir secara daring dalam kegiatan strategis ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, H. Suwenda. Ia menyampaikan komitmen Pemkab Indramayu untuk mereplikasi serta menyelaraskan berbagai praktik baik (best practice) penerapan emerging technologies demi optimalisasi layanan publik dan penguatan smart economy di wilayahnya.
“Sesuai dengan arahan pusat dan provinsi, Kabupaten Indramayu siap memperkuat sinergi ekosistem digital terintegrasi yang benar-benar memberikan dampak nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, kemudahan layanan publik, serta kesejahteraan warga Indramayu,” ungkap H. Suwenda di sela-sela forum.
Selain itu, sejumlah daerah seperti Kabupaten Sumedang sukses menerapkan IoT, Big Data, dan AI platform SINDANG untuk stabilitas harga pangan serta otomasi pajak, sementara Kabupaten Karawang memanfaatkan cloud provinsi untuk aplikasi InfoLoker yang berhasil menekan pengangguran dan mendongkrak pembayaran PBB-P2 hingga Rp20,50 miliar. Berbagai inovasi ini memperkuat ekonomi Jawa Barat yang tumbuh solid 5,73% (YoY) pada Triwulan II 2026 sebagai pusat industri teknologi dan kendaraan listrik Asia Tenggara, didukung ajang Penghargaan Kota Cerdas 2026 dan Klinik Pemerintah Digital Kemenkomdigi RI.
( Agustinar/red )

