JABAR-JATENG-D.I.Y

Hari Jadi Kuningan Ke-528 Tahun 2026 sebagai Momentum Memperkuat Persaudaraan Gotong Royong dan Kaloborasi ,Ngakar Kuat Purwadaksi.”

KUNINGAN Mediakpk.co.id–

Tradisi naik delman saat Hari Jadi Kabupaten Kuningan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Dalam tradisi tersebut, para pejabat daerah, seperti bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menaiki delman hias secara bersama-sama dari Pendopo Kabupaten Kuningan menuju Gedung DPRD Kabupaten Kuningan untuk menghadiri Sidang Paripurna Hari Jadi Kuningan.

Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian seremoni Hari Jadi, tetapi juga merepresentasikan upaya untuk mempertahankan dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya serta kearifan lokal masyarakat Kuningan di tengah perkembangan zaman.

Peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkuat komitmen pembangunan daerah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat.

Momentum tersebut mengemuka dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kuningan dalam rangka Hari Jadi ke-528 Kuningan Tahun 2026 yang digelar di Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Kuningan, Selasa (1/9/2026).

Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, S.E. dan dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah Kuningan U. Kusmana, M.Si., jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Kuningan dan DPRD Provinsi Jawa Barat, keluarga bupati terdahulu, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, insan pers serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy menyampaikan bahwa Hari Jadi ke-528 harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh unsur penyelenggara pemerintahan dan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan Kabupaten Kuningan perlu terus didorong melalui sinergi antara eksekutif dan legislatif, serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.

“Semoga hari jadi ini menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi, memperkuat kolaborasi dari semua aspek penyelenggara Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan guna mewujudkan Kabupaten Kuningan yang maju, lestari, agamis, dan tangguh,” ujarnya.

Nuzul juga mengapresiasi berbagai capaian Pemerintah Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani. Sejumlah penghargaan dan prestasi daerah dinilai menjadi hasil dari kerja bersama pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa tema Hari Jadi ke-528 Kuningan, “Melesat, Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, menjadi arah pembangunan Kuningan untuk bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada sejarah, budaya, kearifan lokal dan nilai-nilai masyarakat.

“Setinggi apa pun kita terbang melesat menggapai masa depan, akar sejarah, jati diri, kearifan lokal, serta nilai-nilai agamis dan keasrian tradisi Sunda Kuningan harus tetap menancap kokoh di dalam dada,” kata Dian.

Bupati memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026. Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kuningan menunjukkan tren positif. Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan daya saing, investasi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM serta pengembangan pariwisata.

Pada rangkaian sidang paripurna tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga memberikan apresiasi kepada putra-putri daerah yang menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Di antaranya atlet, pelajar, santri, desa berprestasi serta masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi dalam bidang masing-masing.

Penghargaan juga diberikan kepada masyarakat Pinunjul, yakni petani, guru ngaji, pedagang, buruh dan marbot yang di gagas oleh Waroenk Rakyat. Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi khusus, termasuk rencana pemberangkatan ibadah umrah bagi marbot penerima penghargaan masyarakat Pinunjul.

Tokoh asal Kuningan Andi Gani Nena Wea juga mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Pinunjul Kabupaten Kuningan atas perhatian dan kontribusinya terhadap pengembangan investasi serta kemajuan ekonomi daerah.

Bupati Dian menegaskan, berbagai penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk penghormatan kepada masyarakat yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Kuningan.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Jadi ke-528 sebagai momentum memperkuat persaudaraan, gotong royong dan kolaborasi.

“Jangan biarkan perbedaan warna atau pandangan politik meretakkan rasa persaudaraan kita. Kuningan adalah rumah besar kita bersama. Hanya dengan gotong royong dan rasa cinta, kita mampu menyongsong masa depan yang lebih masif tanpa pernah melupakan akar budaya kita,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla., yang hadir sebagai tokoh asal Kuningan, memberikan perspektif mengenai potensi daerah dari sisi diaspora dan pengembangan ekonomi.

Ia mendorong generasi muda Kuningan untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja dengan mengembangkan potensi lokal melalui digitalisasi, hilirisasi dan penguatan branding produk daerah.

Menurutnya, Kuningan memiliki modal pembangunan yang kuat berupa kondisi geografis, kesuburan tanah, sumber daya alam, budaya, pariwisata serta sumber daya manusia.

Ia mencontohkan kopi Kuningan, produk pertanian, hortikultura, produk kulit dan sepatu yang menurutnya memiliki peluang untuk menembus pasar nasional bahkan global apabila dikembangkan dengan kemasan, branding dan pemasaran yang lebih profesional.

“Belajar digitalisasi, belajar information technology, eksplorasi berbagai macam keunggulan lokal, jual di pasar global. Agar Kuningan melesat menjadi raksasa ekonomi, menjadi raksasa industri,” pesannya kepada generasi muda Kuningan.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat konektivitas digital untuk membuka pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyoroti pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kualitas lingkungan, tata ruang, kebersihan dan pelayanan publik.

Ia meminta pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berorientasi pada pengaspalan, tetapi juga memperhatikan drainase, penerangan jalan umum, CCTV serta kebersihan lingkungan.

Menurut KDM, pembangunan harus mampu menghadirkan kawasan yang nyaman sekaligus memperkuat karakter daerah.

Ia juga mengingatkan agar pengembangan pariwisata Kuningan tidak mengorbankan kelestarian Gunung Ciremai sebagai salah satu modal utama daerah.

“Pengembangan wisata jangan merusak Ciremai,” tegasnya.

KDM menghimbau agar potensi ekonomi masyarakat lokal dikembangkan melalui inovasi produk, branding, kemasan dan penguatan destinasi wisata berbasis masyarakat.

Ia mencontohkan pengembangan produk khas Kuningan seperti kopi, peuyeum dan jeniper agar memiliki identitas kemasan yang lebih kuat serta mampu meningkatkan nilai ekonomi produk.

KDM juga menyampaikan komitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas jalan kabupaten melalui kolaborasi pembiayaan antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke pelosok desa.

Selain infrastruktur, penguatan ekonomi berbasis masyarakat menjadi perhatian. KDM mendorong lahirnya model “Warung Kuningan” yang dapat menjadi identitas ekonomi lokal sekaligus wadah bagi produk-produk masyarakat Kuningan.

Ia juga mengusulkan pengembangan desa wisata berbasis homestay dan aktivitas masyarakat, sehingga manfaat pariwisata dapat dirasakan langsung oleh warga desa.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-528 Kuningan. Ia berharap momentum hari jadi menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk terus membangun Kuningan agar semakin maju, sejahtera dan mampu melesat mengikuti perkembangan zaman.

Dedi juga mengajak masyarakat Kuningan, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi berani mengembangkan potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi baru.

Ia pun berharap seluruh masyarakat dapat bersatu dan bergotong royong membangun Kuningan.

“Wilujeng milangkala. Mudah-mudahan Kabupaten Kuningan sing subur, makmur, gemah ripah, repeh rapih. Hatur nuhun ka sadayana masyarakat Kuningan.”

( Deden Sanjaya )

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1
Banner Iklan 2