SULSELBATRA-SULUTENGGO

MDA dan UNCP Wujudkan Aspirasi Warga Latimojong Lewat Penguatan Desa Tangguh Bencana.

Luwu | Media K-PK – Komitmen untuk memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap ancaman bencana terus diwujudkan melalui kolaborasi antara PT Masmindo Dwi Area (MDA), Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), Pemerintah Kabupaten Luwu, dan masyarakat setempat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Melalui kegiatan Sosialisasi dan Inisiasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang dilaksanakan di Desa Boneposi, Kecamatan Latimojong, upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat kembali diperkuat sebagai bagian dari Program Jaga Desa, khususnya pilar Jaga Keselamatan Desa.

Kegiatan tersebut melibatkan Forum Desa (FORDES) MATAPPA, BPBD Kabupaten Luwu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga Desa Boneposi. Program ini merupakan tindak lanjut dari berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui FORDES MATAPPA terkait pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah pegunungan Latimojong.

Dalam sosialisasi tersebut, tim Pusat Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PUSPENA) UNCP memaparkan hasil penelitian mengenai titik-titik rawan bencana yang terdapat di Desa Boneposi. Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan teknologi WebGIS yang dirancang untuk mendukung edukasi dan pemetaan risiko bencana secara lebih mudah dan terukur.

Perwakilan MDA, Mustafa, mengatakan bahwa Program Jaga Desa tidak hanya menjadi wadah penyaluran aspirasi masyarakat, tetapi juga sarana untuk menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Menurutnya, kesiapsiagaan bencana menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat Latimojong yang harus mendapat perhatian bersama. Oleh karena itu, MDA bersama pemerintah daerah, FORDES MATAPPA, dan perguruan tinggi berupaya menghadirkan program yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

Ketua PUSPENA UNCP, Dr. Ichwan Muis, menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi hasil penelitian yang selama ini dilakukan di kawasan Latimojong.
Ia berharap data dan informasi yang telah disusun dapat menjadi dasar bagi masyarakat dan pemerintah desa dalam menyusun langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif.

Sementara itu, Kepala Desa Boneposi, M. Hamka, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terbangun. Menurutnya, masyarakat kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai potensi risiko bencana yang ada di wilayah mereka. Ke depan, program penguatan DESTANA akan dilanjutkan melalui pelatihan, simulasi kebencanaan, serta penguatan kelembagaan desa guna memastikan masyarakat semakin siap dan tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.(*/Sp)

error: Content is protected !!