Festival Marching Band HUT ke-27 Rohil Meriah, 1.820 Pelajar dari 26 Sekolah Unjuk Kebolehan
BAGANSIAPIAPI, Media KPK – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tahun 2026 terasa meriah melalui Festival Kejuaraan Drumband dan Marching Band tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat se-Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan yang diikuti 1.820 pelajar dari 26 sekolah tersebut resmi dibuka oleh Bupati Rohil, H. Bistamam, di Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Kamis (29/10/2026).
Festival ini menjadi salah satu ajang untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan kemampuan seni musik para pelajar, sekaligus mempererat silaturahmi antarsekolah dalam memeriahkan hari jadi Kabupaten Rokan Hilir.
Pembukaan kegiatan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Rohil, Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Riau, Wakil Ketua DPRD Rohil Basiran Nur Efendi, Sekretaris Daerah Rohil Sarman Syahroni, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran pengurus PDBI Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam sambutannya, Bupati H. Bistamam menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pengurus PDBI Rohil, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan HUT ke-27 Rohil harus menjadi momentum untuk terus mendorong kemajuan daerah, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda.
Bupati menegaskan, kompetisi drumband dan marching band bukan sekadar ajang menunjukkan kemampuan bermusik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, kerja sama tim, kreativitas, dan sportivitas di kalangan pelaja

“Kompetisi drumband dan marching band ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan bermain musik. Lebih dari itu, seni drumband mengajarkan nilai-nilai penting yang sangat dibutuhkan oleh generasi masa depan, seperti disiplin yang tinggi, kerja sama tim yang solid, serta semangat pantang menyerah dan sportivitas,” ujar Bupati H. Bistamam.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta tampil maksimal, menjaga kekompakan, dan mengikuti perlombaan dengan penuh kegembiraan.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam kompetisi. Namun, pengalaman, mental juara, dan persahabatan yang kalian bangun hari ini adalah pemenang yang sesungguhnya,” tambahnya.
Bupati berharap festival tersebut mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, kreatif, dan memiliki karakter positif. Ia juga meminta dewan juri menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan objektivitas, kejujuran, dan keadilan.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati H. Bistamam secara resmi membuka Festival Kejuaraan Drumband dan Marching Band Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2026.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, H. Mustofa, menjelaskan bahwa festival tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antarpelajar, membina kedisiplinan, mengembangkan kreativitas generasi muda, serta menghadirkan kegiatan positif dalam rangka memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Rokan Hilir.
“Total pendaftar berjumlah 26 sekolah dengan total mencapai 1.820 peserta, di mana rata-rata per unit atau divisi diperkuat oleh 70 orang,” ungkap H. Mustofa.
Berdasarkan tingkat pendidikan, peserta terdiri atas 14 sekolah SD/MI, sembilan sekolah SMP/MTs, dan tiga sekolah SMA/MA/SMK.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti rute parade dan unjuk kebolehan yang dimulai dari titik display pertama di Jalan Merdeka. Rute kemudian berlanjut ke Jalan Pahlawan, Jalan Tugu, belok kiri ke Jalan Perwira, belok kanan ke Jalan Riau, kemudian menuju Jalan Perniagaan dan berakhir di titik display kedua di kawasan Jalan Kelenteng.
Seluruh rangkaian parade dijadwalkan berakhir di Jalan Kelenteng, tepatnya di dekat Kelenteng Ing Hok King.
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan, panitia telah berkoordinasi dengan tim medis serta menyiapkan pengamanan yang melibatkan personel Polsek Bangko dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berharap semangat HUT ke-27 tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, mengembangkan potensi pelajar, dan mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi serta mampu membawa nama baik daerah.(Junaidi)

