RIAU-KEPRI-JAMBI

Kepala Disprindag Batam Diduga “Main Kucing-Kucingan” dengan Wartawan, Dugaan Beras Oplosan di Sekupang Jadi Sorotan

Batam, KPK.Co.id — Sikap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Suhar, kini menjadi sorotan tajam kalangan media. Pasalnya, upaya konfirmasi wartawan terkait dugaan maraknya peredaran beras oplosan di wilayah Sekupang, Batam, terkesan diabaikan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menurut informasi yang dihimpun awak media di lapangan, nomor telepon Suhar telah dihubungi lebih dari sepuluh kali oleh wartawan untuk dimintai klarifikasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, panggilan tersebut tidak pernah diangkat.

Sikap bungkam tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Terlebih, dugaan peredaran beras yang disebut-sebut cepat basi setelah dimasak mulai dikeluhkan warga.

“Baru beberapa jam dimasak, nasi sudah berbau dan cepat basi. Masyarakat jadi heran, ini beras seperti apa sebenarnya,” ujar salah seorang warga Sekupang yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan, dugaan beras bermasalah tersebut dikaitkan dengan milik seorang pengusaha berinisial Ayen. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait maupun Disprindag Batam mengenai kualitas dan legalitas distribusi beras tersebut.

Sikap Kepala Disprindag yang terkesan menghindari konfirmasi media dinilai mencederai keterbukaan informasi publik. Sebagai pejabat yang membidangi pengawasan perdagangan dan perlindungan konsumen, seharusnya Disprindag segera turun tangan melakukan sidak dan uji mutu terhadap dugaan beras oplosan yang beredar di masyarakat.

Jika dugaan ini benar, maka persoalan tersebut dapat mengarah pada pelanggaran serius terhadap hak-hak konsumen sebagaimana diatur dalam .

Dalam undang-undang tersebut, konsumen memiliki hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang. Pelaku usaha juga dilarang memperdagangkan barang yang tidak sesuai standar mutu maupun memberikan informasi menyesatkan kepada masyarakat.

Masyarakat pun mendesak aparat terkait, termasuk Disprindag, Satgas Pangan, hingga kepolisian untuk segera melakukan investigasi mendalam agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Disprindag Batam Suhar masih belum memberikan tanggapan meski telah berkali-kali dihubungi wartawan untuk dimintai klarifikasi.[Jek,Sprong ]

error: Content is protected !!