JABAR-JATENG-D.I.Y

Kepala SD Negeri Cimanggu , Kec Leuwisadeng, ” sulap Gudang Pertasi.

Leuwisadeng,
Kabupaten Bogor Media K-pk –

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pada 25 April 2026. Siapa sangka, sebuah sekolah dasar yang berada di pelosok desa kini mampu menjadi langganan juara berbagai ajang bergengsi tingkat kecamatan dan harapan ke depan tingkat kabupaten bahkan mendunia. Adalah SD Negeri Cimanggu, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, yang berhasil menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

Transformasi tersebut dipimpin oleh Kepala SD Negeri Cimanggu, Anto Sugiri, S.Pd.SD., M.Pd., yang mulai bertugas pada Juli 2023. Sebagai alumni sekolah tersebut, ia membawa semangat perubahan dengan membangun budaya sekolah yang berorientasi pada karakter, prestasi, dan kolaborasi.

Saat pertama kali bertugas, kondisi sekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Lapangan sekolah rusak dan berdebu, tebing di belakang sekolah rawan longsor karena belum memiliki tembok penahan, serta budaya prestasi belum tumbuh secara optimal. Namun, di balik berbagai keterbatasan itu, Anto melihat potensi besar yang dimiliki guru dan murid.

Saya percaya setiap anak adalah bintang. Tugas kita bukan memilih siapa yang hebat, tetapi menemukan, membimbing, dan memberi kesempatan agar setiap anak dapat bersinar sesuai potensinya,” ungkap Anto.

Berangkat dari keyakinan tersebut, lahirlah program unggulan WANTER Mencari Bintang. WANTER merupakan akronim dari Wawasan, Aktif, Nasionalis, Terampil, Elok, dan Religius, sekaligus menjadi motto SD Negeri Cimanggu. Program ini mengadopsi konsep ajang pencarian bakat, dengan filosofi bahwa seorang juara tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pencarian bibit, pembinaan, latihan yang konsisten, pendampingan, dan kesempatan untuk tampil.

Dengan tagline “Setiap Anak adalah Bintang, Tugas Kita Menemukan dan Menyalakannya,” program tersebut menjadi motor penggerak perubahan budaya sekolah.

Selain mengembangkan pembinaan prestasi, sekolah juga memperkuat kegiatan kokurikuler melalui berbagai program pembiasaan yang mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti SEMAR (Semangat Merah Putih), GELAS (Gerakan Literasi Sekolah), SERU (Sehat Rabu), PEPELING (Pelajar Peduli Lingkungan), dan AKRAB (Aksi Jum’at Religius dan Beramal). Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Drumband, dan Karate terus dikembangkan sebagai wadah pembentukan karakter sekaligus pengembangan bakat murid. Praktik baik yang berkelanjutan dan berdampak seperti ini sejalan dengan berbagai contoh praktik kepemimpinan sekolah yang didorong oleh Kemendikdasmen.

Perubahan juga didukung dengan pembenahan lingkungan sekolah. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, pada akhir 2024 berhasil dibangun tembok penahan tebing (TPT) yang telah dinantikan selama bertahun-tahun. Sekolah juga memperoleh bantuan meubelair, alat olahraga, dan perangkat drumband sehingga lingkungan belajar menjadi lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas murid.

Hasilnya mulai terlihat nyata. Pada tahun 2025 hingga 2026, murid SD Negeri Cimanggu berhasil meraih berbagai prestasi pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan. Beberapa murid bahkan dipercaya menjadi wakil Kecamatan Leuwisadeng pada tingkat Kabupaten Bogor.

Bagi sebagian sekolah, deretan prestasi tersebut mungkin belum terlihat istimewa. Namun bagi keluarga besar SD Negeri Cimanggu, pencapaian ini menjadi bukti bahwa sekolah di pelosok desa pun mampu bersaing apabila memiliki kepemimpinan yang visioner, guru yang berdedikasi, dan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya potensi murid.

Kini, SD Negeri Cimanggu tidak hanya dikenal karena deretan piala yang berhasil diraih, tetapi juga karena keberhasilannya membangun budaya belajar yang positif, karakter murid yang kuat, serta semangat kolaborasi seluruh warga sekolah.

Perjalanan perubahan ini menjadi inspirasi bahwa pendidikan bukan sekadar menghasilkan juara, tetapi menumbuhkan harapan. Dari sekolah sederhana di sebuah desa, mimpi-mimpi besar mulai tumbuh. Dan dari tempat itulah lahir keyakinan bahwa anak desa pun mampu berdiri sejajar, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah hingga tingkat yang lebih tinggi.
(Aripin lubis)

error: Content is protected !!