JABAR-JATENG-D.I.Y

Pompa Rusak Dua Tahun, Banjir Kepung Kantor Partai di Bekasi : Wali Kota Ke Mana?

BEKASI | Media K-PK

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Bekasi selama tiga hari berturut-turut, sejak 22 hingga 24 Januari 2026, kembali memunculkan persoalan lama yaitu banjir.

Kali ini, genangan air tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menggenangi sejumlah gedung strategis, termasuk kantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta kantor Ormas Pemuda Pancasila (PP) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kota Bekasi.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (24/1/2026), ketinggian air di halaman ketiga gedung tersebut mencapai sekitar 1,5 meter. Genangan bertahan cukup lama dan menghambat aktivitas di sekitar lokasi.

Berdasarkan keterangan warga dan narasumber di lokasi, air diduga berasal dari saluran pembuangan di belakang kawasan Blue Plaza.

Pusat perbelanjaan yang kini minim aktivitas itu diketahui disewa oleh Transmart dan difungsikan sebagai area loading dock sekaligus gudang.

Di area tersebut terdapat pompa pembuangan air yang sudah rusak selama hampir dua tahun.

“Pompa itu sebenarnya pernah diperbaiki, tapi rusak lagi dan sampai sekarang tidak berfungsi,” ujar narasumber kepada awak media saat meninjau langsung lokasi pompa.

Akibat kerusakan pompa tersebut, air meluap dan merendam kawasan di sekitarnya, termasuk area kantor PDIP, PPP, dan Pemuda Pancasila.

Ironisnya, di tengah genangan banjir, sejumlah warga justru memanfaatkan situasi dengan memancing ikan di area yang tergenang air.

Di lokasi, awak media bertemu Ketua Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Ariyes Budiman.

Ia mengaku telah lama mengusulkan agar dilakukan peninggian area gedung untuk mengantisipasi banjir, namun hingga kini belum terealisasi.

“Usulan itu sudah lama saya sampaikan, tapi belum ada tindak lanjut. Padahal kondisi banjir ini sudah berulang kali terjadi,” kata Ariyes.

Ia juga menyinggung fakta bahwa Wali Kota Bekasi merupakan Ketua DPC PDIP, partai yang kantornya turut terdampak banjir.

Kondisi serupa juga dialami kantor DPC PPP Kota Bekasi. Namun hingga kini, pimpinan partai tersebut disebut belum pernah datang langsung untuk melihat dampak banjir di gedungnya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan warga: apakah para pemangku kepentingan telah abai terhadap musibah yang terus berulang?

Tak jauh dari lokasi kantor partai dan ormas tersebut, terdapat kawasan permukiman warga yang juga terdampak cukup parah.

Sedikitnya sekitar 50 kepala keluarga dilaporkan ikut merasakan dampak banjir yang sama, namun hingga kini keluhan mereka belum sepenuhnya mendapat perhatian serius.

(Tim)

error: Content is protected !!