NAD-SUMUT-SUMBAR

Duel Maut Pelajar di Humbang Hasundutan, Satu Tewas dan Satu Ditangkap

Tapanuli | Media K-PK

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Peristiwa tragis melibatkan dua pelajar terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Seorang pelajar SMA berinisial BRS (17) meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan pelajar lain berinisial TM (16).

Korban menghembuskan napas terakhir pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di rumah sakit di Pematangsiantar, setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.

Peristiwa bermula pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Lapangan Merdeka, Doloksanggul. Berdasarkan keterangan, pelaku TM awalnya hendak meminjam mancis kepada korban. Namun, respons korban yang disertai emosi dan kata-kata kasar memicu cekcok di antara keduanya.

Pertengkaran tersebut kemudian berujung pada perkelahian satu lawan satu dengan tangan kosong. Dalam insiden itu, korban sempat memukul pelaku sebanyak dua kali yang mengenai bagian mulut dan telinga. Pelaku kemudian membalas pukulan yang mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian kepala.

Setelah kejadian, korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit di Doloksanggul sebelum akhirnya dirujuk ke Pematangsiantar karena kondisinya terus memburuk. Hasil visum menunjukkan korban mengalami penurunan kesadaran, pendarahan dari telinga kiri, memar di kepala, serta gejala mual dan muntah.

Pihak kepolisian memastikan bahwa kejadian tersebut merupakan perkelahian satu lawan satu tanpa unsur pengeroyokan maupun penggunaan senjata. Insiden ini diduga dipicu kesalahpahaman yang berujung fatal.

Saat ini, pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum. Ia dijerat dengan Pasal 80 ayat (2) juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Kapolres setempat menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam pergaulan sehari-hari, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

(ibnu Agusmar)

error: Content is protected !!