Malam Tahun Baru 2026, Pemkot Jambi Melaksanakan Doa Bersama dan Aksi Sosial
MediaKPK – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil langkah berbeda dalam menyambut pergantian Tahun Baru 2026. Alih-alih menggelar pesta hiburan kembang api, Pemkot Jambi memilih meniadakan seluruh bentuk perayaan yang bersifat hura-hura dan menggantinya dengan kegiatan doa bersama lintas agama serta penggalangan donasi kemanusiaan bagi korban bencana alam di Pulau Sumatera.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pergantian tahun yang berlangsung di Taman Banjuran Budayo Kota Jambi tersebut dikemas dalam kegiatan bertajuk “Nada Peduli Bahagia Berbagi”, yang menghadirkan suasana reflektif, penuh empati, namun tetap hangat dan inklusif. Ribuan warga tampak hadir mengikuti rangkaian acara yang menitikberatkan pada kepedulian sosial, kebersamaan, dan nilai kemanusiaan.
Selain doa bersama lintas agama, kegiatan ini juga diisi dengan penggalangan dana kemanusiaan, peluncuran Aplikasi JAGO sebagai inovasi digital pelayanan publik Pemkot Jambi, peluncuran Calendar of Event Kota Jambi 2026, penampilan komunitas disabilitas, hingga hiburan bersama yang menonjolkan nilai kebudayaan dan kebersamaan.
Kebijakan ini merupakan bentuk nyata empati dan solidaritas Pemerintah Kota Jambi terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai daerah di Pulau Sumatera, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang sepanjang akhir tahun 2025 dilanda banjir, longsor, dan bencana alam lainnya.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru 2026 sengaja diarahkan pada kegiatan yang memiliki nilai kebermanfaatan langsung bagi masyarakat luas.
“Kami ingin pergantian tahun ini diisi dengan sesuatu yang lebih bermakna. Tanpa pesta kembang api, tanpa euforia berlebihan. Kita memilih doa bersama dan berbagi dengan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Maulana, Kamis dini hari (1/1/2026).
Menurut Maulana, selama ini perayaan Tahun Baru identik dengan penggunaan anggaran besar untuk hiburan semata. Namun, melihat kondisi sosial dan kemanusiaan yang terjadi menjelang akhir 2025, Pemkot Jambi menilai sudah saatnya momentum pergantian tahun dimaknai secara lebih bijak.
“Saat banyak daerah sedang berduka akibat bencana, rasanya tidak elok jika kita berpesta. Karena itu, kami memilih peringatan yang sederhana, tetapi memiliki dampak nyata bagi kemanusiaan,” katanya.
Ia mengungkapkan, respons dan partisipasi masyarakat Kota Jambi dalam kegiatan Nada Peduli Bahagia Berbagi sangat tinggi. Dalam waktu relatif singkat, dana donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,9 miliar.
“Penggalangan dana ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama terkumpul sekitar Rp1,2 miliar, dan pada tahap kedua bertambah lebih dari Rp1 miliar. Ini di luar dugaan kami dan menunjukkan besarnya kepedulian warga Kota Jambi,” ungkap Maulana.
Maulana menambahkan, dana tersebut akan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak bencana alam melalui mekanisme yang transparan dan terkoordinasi dengan lembaga terkait.
Lebih jauh, Maulana menilai kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya nilai solidaritas sosial masyarakat Kota Jambi, sekaligus menegaskan arah pembangunan kota yang tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga pada nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Ini bukan sekadar peringatan Tahun Baru, tetapi momentum untuk menguatkan rasa empati, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Apa yang dilakukan malam ini adalah wajah sejati masyarakat Kota Jambi,” tegasnya.
Dengan konsep perayaan yang sederhana namun sarat makna ini, Pemkot Jambi berharap dapat memberikan contoh bahwa pergantian tahun tidak harus selalu dirayakan dengan pesta besar, tetapi dapat dimaknai sebagai momentum refleksi dan berbagi kepada sesama.

