RIAU-KEPRI-JAMBI

Pemkot Jambi Berlakukan Jam Malam bagi Anak, Tegas Atasi Maraknya Aksi Geng Motor

MediaKPK – Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah tegas untuk menekan maraknya aksi geng motor yang kian meresahkan masyarakat. Fenomena ini dinilai memprihatinkan karena banyak pelaku berstatus pelajar atau remaja di bawah usia 17 tahun.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM menyampaikan kebijakan tersebut dalam konferensi pers bersama bersama media di dampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jambi, Kamis (16/10/2025), di Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Menurut Maulana, aksi geng motor bukan hanya persoalan kriminalitas, tetapi juga masalah sosial dan moral yang perlu diatasi secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Fenomena ini tidak bisa dibiarkan. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk penyimpangan sosial yang harus kita tangani bersama. Anak-anak seharusnya berada di rumah atau fokus belajar, bukan berkeliaran malam hari dan terlibat aksi yang merugikan,” tegas Maulana.

Melalui Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2025 tentang Penerapan Upaya Preventif dan Represif terhadap Aksi Kelompok Kriminal Bermotor di Kota Jambi, Pemkot Jambi akan memberlakukan jam malam bagi anak-anak dan remaja di bawah usia 17 tahun, mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB.

Kebijakan ini bersifat preventif, bertujuan membatasi aktivitas malam yang berpotensi memicu kenakalan remaja dan tindak kriminal.

Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, serta relawan keamanan lingkungan (Siskamling) akan melakukan patroli rutin dan memberikan teguran hingga pembinaan bagi anak-anak yang melanggar aturan tersebut.

“Kita tidak ingin anak-anak menjadi korban atau pelaku tindak kriminal. Karena itu, kami bentuk tim gabungan untuk patroli di titik-titik rawan setiap malam,” jelas Maulana.

Selain jam malam, Pemkot Jambi juga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di setiap RT. Para ketua RT diinstruksikan melibatkan masyarakat, tokoh adat, dan pemuda dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Melalui Siskamling, kita hidupkan kembali budaya gotong royong dan rasa peduli antarwarga. Lingkungan yang aktif akan lebih cepat mendeteksi pergerakan atau aktivitas mencurigakan,” ujarnya.

Pemkot juga menggandeng dunia pendidikan untuk mendeteksi dini keterlibatan pelajar dalam geng motor. Pihak sekolah diminta memperketat pengawasan, meningkatkan komunikasi dengan orang tua, serta memperkuat pembinaan moral dan karakter siswa.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk mendata, mengedukasi, dan membina siswa yang terindikasi ikut kelompok geng motor. Penanganan harus menyeluruh, tidak hanya di jalan tetapi juga di sekolah,” terang Maulana.

Selain pendekatan hukum, Pemkot menyiapkan pendekatan humanis bagi anak-anak yang terlibat. Melalui kerja sama dengan Dinas Sosial dan lembaga psikologi, mereka akan mendapat konseling dan pendampingan agar kembali ke lingkungan positif.

“Kita tidak ingin menghukum tanpa memberi solusi. Mereka adalah generasi penerus yang masih bisa dibina. Karena itu, selain pembinaan hukum, kita berikan pendekatan psikologis dan sosial agar mereka bisa berubah,” kata Maulana.

Penanganan fenomena geng motor ini melibatkan TNI, Polri, Kejaksaan, tokoh agama, lembaga adat, dan masyarakat, sebagai bagian dari strategi besar menciptakan Kota Jambi yang aman, tertib, dan ramah anak.

DPRD Kota Jambi, Kapolresta, Dandim 0415/Jambi, dan Kajari Jambi turut menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan ini.

Maulana menegaskan, pemerintah tidak akan mentolerir aksi geng motor yang mengancam keamanan publik, namun penegakan aturan harus seimbang antara ketegasan dan kepedulian.

“Kami ingin menegakkan aturan tanpa kehilangan sisi kemanusiaan. Penegakan hukum tetap berjalan, tapi pembinaan juga harus seiring. Ini tanggung jawab kita bersama orang tua, sekolah, aparat, dan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap langkah terpadu ini menjadi momentum membangun kesadaran kolektif untuk menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.

“Kita ingin anak-anak Jambi tumbuh menjadi generasi berakhlak, berdaya saing, dan punya masa depan cerah. Pemerintah membuka ruang bagi mereka untuk ikut kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan kewirausahaan,” tutup Maulana.

Melalui kebijakan jam malam, penguatan Siskamling, dan sinergi lintas sektor, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang aman, tertib, berkarakter, serta melindungi generasi muda dari pengaruh destruktif geng motor.

error: Content is protected !!