NTT-NTB-TIMUR

Amanah “SAKRAL Untuk Maluku : Publik Menanti Kerja Nyata, Bukan Drama Politik Menuju 2030

Ambon.MediaKPK.Co.Id.,


Di tengah dinamika pemerintahan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath periode 2025-2030, yang sedang menjadi sorotan tajam dan tolak ukur publik Maluku saat ini, rakyat Maluku kini menanti dengan segala kerendahan hati sebuah keteladanan kepemimpinan yang tulus dan konsisten. Bukan sekadar janji, melainkan kerja nyata yang bisa dirasakan langsung setiap waktu dan diduga ada semacam Drama yang sengaja di perankan oleh keduanya.

Kami butuh keteladanan yang dirindukan itu adalah tentang makna berbagi yang tulus kepada rakyat kecil. Bukan tentang bantuan sesaat, tetapi tentang komitmen untuk hadir secara rutin dan konsisten di tengah-tengah masyarakat, seperti berbagi setiap kunjungan ke Kabupaten – Kota sekali sebagai jembatan silaturahmi antara pemimpin dan rakyatnya. Inilah esensi kepemimpinan yang tidak mengenal pencitraan sesaat, melainkan keikhlasan yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh salah satu Pengamat Politik dan Pemerhati Kebijakan Publik terhadap langkah – langkah nyata Pemerintah Daerah, yang namanya tidak ingin disebutkan kepada awak media ini, di Ambon Rabu 7/10/2026.

Menurutntnya langkah – langkah nyata pemerintah itu sangatlah penting, bukan membuat sesuatu yang diduga ada Drama yang di mainkan. Hilangkan drama itu, karena kini menjadi pembanding bagi publik maluku, bukan drama tetapi yang dinantikan publik adalah kinerja pemimpin daerahnya,” Ujarnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini rakyat merindukan kehadiran pemimpin yang tulus, yang menyentuh langsung kehidupan rakyat kecil tanpa banyak drama, publik justru mempertanyakan kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku saat ini, mulai dari reformasi birokrasi, penataan layanan RSUD dr. M. Haulussy, hingga respons terhadap aspirasi pemekaran Lease sebagai upaya untuk meminimalkan ketimpangan pembangunan yang selama ini dirasakan,”katanya.

Masyarakat menilai, seharusnya filosofi berbagi itu menjadi landasan utama, dan berbagi itu bukan memberikan yang mudah saja, tetapi bagaimana memberikan yang terbaik untuk kita semua. Bukan saling membangun popularitas murah dan drama politik yang membuat publik kecewa, dimana dugaan bahwa sinergi antara Gubernur Hendrik Lewerissa yang juga sebagai pucuk pimpinan DPD Partai Gerindra Maluku dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, juga menjabat Pucuk pimpinan DPW Partai NasDem Maluku, dari sinilah publik menilai , kedua pemimpin Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah mulai merenggang, namun tidak menjadi konsumsi publik ataukah publik tahu hal ini, tetapi diam, biar drama ini berjalan saja.

Oleh karena itu, tolak ukur kegagalan atau keberhasilan pemerintahan Lewerissa-Vanath akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menekan angka kemiskinan dan pengangguran, jika keduanya memain drama secara diam – diam , seakan tidak ada tapi publik sudah memahami manuver politik menuju Pilgub 2030. Seperti penilaian seorang pengamat politik dan Pemerhati Kebijakan pemerintah, ia enggan disebutkan namanya, jika kerja nyata tidak terlihat dan tidak dirasakan langsung oleh rakyat kecil, maka ruang bagi munculnya figur alternatif seperti Benhur George Watubun (BGW) yang didorong akar rumput dari SBT, SBB, Maltra, Ambon, Buru, Aru, KKT dan MBD sudah terbuka semakin lebar.,” ingatnya.

Pada akhirnya, rakyat Maluku yang sama-sama kita cintai ini, hanya menginginkan satu hal yaitu pemimpin yang tulus bekerja dan setia berbagi dengan rakyatnya secara konsisten. Bukan pemimpin yang hanya menjual pencitraan, sehingga menimbulkan kritik dari berbagai elemen.

Peringatan dini yang jujur dan tulus dengan segala kerendahan hati, bahwa sejarah akan mencatat siapa yang benar-benar bekerja untuk Maluku dan siapa yang hanya bermain drama politik di atas amanah sakral rakyat maluku ini, dudsh catatan publik bahwa kurang 2 Tahun ini, belum ada tanda – tanda perubahan, melangkah sudah jauh tapi hasil melangkah hanyalah cerita pewayangan, melalui gambar – gsmbar yang terlihat tapi tidak nyata, itu cerita pewayangan,” Ungkapnya.*

(MNP. 01)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
×
Banner Iklan 1
Banner Iklan 2
Banner Iklan 3